logo rilis
Ganjar: Pejabat Harus Beri Contoh Penggunaan Masker
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
25 Agustus 2020, 17:30 WIB
Ganjar: Pejabat Harus Beri Contoh Penggunaan Masker
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. FOTO: Antara

RILIS.ID, Semarang — Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo meminta pejabat di semua tingkatan memberikan contoh kepada masyarakat dalam berbagai kesempatan terkait dengan penggunaan masker saat pandemi COVID-19.

"Sebagai pejabat publik seharusnya memberikan contoh baik kepada masyarakat, termasuk dalam menggunakan masker," katanya di Semarang, Selasa (25/8/2020).

Hal tersebut disampaikan Ganjar menanggapi adanya kalangan pejabat di Kabupaten Grobogan yang tidak menggunakan masker saat menghadiri suatu acara resmi.

Ganjar mengetahui ada pejabat yang tidak menggunakan masker itu dari sebuah foto yang diunggah akun dinas lingkungan hidup dan kehutanan di media sosial Twitter.

"Tidak tahu siapa dia (orang-orang dalam foto itu, red), tapi kalau tidak salah ada eksekutif, legislatif, ada perangkat desa gitu kalau gak salah di situ. Kok postingan di dinas itu, lho kok gak pakai masker," ujarnya.

Menurut Ganjar, saat ini masih ditemukan ketidaktertiban berbagai pihak dalam penerapan protokol kesehatan, baik pemakaian masker maupun menjaga jarak.

"Semua, banyak. Kita inikan seringkali tidak tertib, siapa pun di antara kita, ternyata ketidaktertiban itu muncul bukan karena kita menyalahkan masyarakat. Kalau kita sendiri, pejabatnya, tidak kasih contoh ya bahaya itu," katanya.

Kritik yang disampaikan Ganjar itu tidak hanya terkait acara di Kabupaten Grobogan itu, tapi juga mengkritisi beberapa pihak yang juga membuat acara besar di tengah kondisi pandemi COVID-19 di Jawa Tengah.

"Kemarin juga ada mal dibuka, langsung saya kontak tidak boleh anda seperti itu. Sudah siap lho, iya tapi kan siapnya di atas kertas, tidak siap untuk mengontrol. Ini contoh-contoh," ujarnya.

Ganjar mengingatkan kepada seluruh masyarakat Jawa Tengah untuk tidak menyepelekan protokol kesehatan dan meminta untuk meningkatkan ketertiban adaptasi kebiasaan baru yang saat ini masih belum adaptif.

"Saya sensitif pada soal itu, biasanya kalau dalam model 'vicon' begini saya juga sensitif untuk bisa mengingatkan secara langsung karena mengingatkan secara langsung itu sekaligus juga efek kejut yang bisa kita berikan kepada mereka," katanya.

Sumber: Antara


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)


2020 | WWW.RILIS.ID