logo rilis

Gandeng Anies di Pilpres, Ini Konsekuensi bagi Prabowo 
Kontributor
Budi Prasetyo
28 Maret 2018, 10:57 WIB
Gandeng Anies di Pilpres, Ini Konsekuensi bagi Prabowo 
Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Surabaya— Pengamat politik dari Universitas Jember, Muhammad Iqbal, menyarankan agar Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto tidak menggandeng Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dalam Pemilihan Gubernur Jawa Timur 2018. 

Seharusnya, Prabowo memberikan contoh, agar Anies sebagai gubernur dapat menyelesaikan masa jabatannya. 

"Sekiranya 2019 benar terjadi duet Prabowo-Anies, edukasi kematangan berdemokrasi menjadi terkorbankan. Pasalnya, pada Pemilu 2014 hingga kini boleh dikata Jokowi turut andil dalam mengedukasi kematangan demokrasi di Indonesia yang relatif kurang elok," katanya saat dikonfrimasi rilis.id, di Surabaya, Rabu (27/3/2018).

Dia mengatakan, Anies harus menyelesaikan masa jabatannya dan mewujudkan perubahan positif di Jakarta. Selama ini, stigma yang berkembang, kata dia, gubernur DKI hanya sebagai batu loncatan menuju Pilpres 2019.

"Baru menjabat sebagai Gubernur DKI dengan segala janji perubahan baru, sudah maju kontestasi pilpres. Dan terbukti kompleksitas persoalan baik di Jakarta pun di Indonesia relatif belum signifikan perubahannya," tandasnya. 

Dia khawatir, jika nanti Prabowo berduet dengan Anies, maka pertarungan  di Pilpres 2019 akan berlangsung panas. Tensi politik di Indonesia bisa diprediksi akan seperti di Pilgub DKI beberapa waktu  lalu.

"Malahan sejak 2014 energi daya saing bagi segenap komponen bangsa cukup banyak yang terkuras dan terjebak  dalam pusaran politik yang sengit. Padahal sudah dua dasawarsa era reformasi, bangsa Indonesia seharusnya bisa dan sangat potensial berbenah diri dan mempercepat segala ketertinggalannya dari bangsa-bangsa besar lainnya," katanya.

"Nah, jika situasi itu terulang, edukasi serta masa depan kematangan politik dan demokrasi buat generasi bangsa niscaya jadi korban. Masyarakat tetap saja menjadi objek dari para kontestan kekuasaan tanpa teredukasi secara politik tentang substansi amanah dan janji politik dengan baik karena Anies masih banyak tanggungannya sebagai janji Gubernur DKI Jakarta," pungkasnya. 

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)