logo rilis
Disebut sebagai Pihak Penerima, Gamawan Fauzi Yakin Tak Terlibat Korupsi
Kontributor
Tari Oktaviani
03 Mei 2018, 14:27 WIB
Disebut sebagai Pihak Penerima, Gamawan Fauzi Yakin Tak Terlibat Korupsi
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi tetap berkelit tak ikut terlibat dalam kasus korupsi berjamaah pengadaan e-KTP. Padahal, di semua putusan para terdakwa sebelumnya, namanya selalu dimasukan ke dalam pertimbangan hakim sebagai salah satu pihak yang diuntungkan.

"Tidak ada nama saya lagi enggak baca itu," kata Gamawan usai menjalani pemeriksaan di gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (3/5/2018).

Ia berujar, uang Rp50 juta yang diterimanya dianggap sudah clear tak ada sangkut pautnya dengan uang rasuah e-KTP. Menurutnya, uang tersebut merupakan honor saat ia menjadi pengisi acara di sejumlah tempat.

"Uang 50 juta kan itu honor saya, kan saya udah kasih kwitansinya kan sudah serahkan bukti uang honor saya. Honor ceramah di lima provinsi sepuluh per provinsi dipotong pajak," tegasnya.

Sebelumnya, Hakim pengadilan tindak pidana korupsi meyakini bahwa Setya Novanto memperkaya pihak-pihak lain termasuk mantan Mendagri Gamawan Fauzi. Hal itu masuk ke dalam pertimbangan hakim terkait keuntungan untuk pihak lain.

"Dengan demikian hakim mempertimbangkan unsur dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, orang lain atau korporasi telah terpenuhi," kata hakim Franky Tambuwun di pengadilan tindak pidana korupsi Jakarta, Selasa (24/4).

Sesuai dengan dakwaan kepadanya, setidaknya ada 26 pihak yang ikut diperkaya Novanto dalam korupsi pengadaan kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Salah satunya ialah pejabat Kemendagri yang juga termasuk Menterinya kala itu Gamawan Fauzi.

"Gamawan Fauzi sejumlah Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah)," ujar hakim.

Namun begitu, 1 rumah toko di Grand Wijaya dan sebidang tanah di Jalan Brawijaya III yang diberikan kepada Gamawan melalui adiknya, Azmin Aulia menurut Hakim telah ada bukti nota jual belinya.

Editor: Eroby JF


500
komentar (0)