logo rilis
Galakkan Bioindustri Berbasis Tebu, BPTP Jatim Edukasi Mahasiswa Unika
Kontributor
Fatah H Sidik
17 Mei 2018, 18:12 WIB
Galakkan Bioindustri Berbasis Tebu, BPTP Jatim Edukasi Mahasiswa Unika
Peneliti BPTP Balitbangtan Jatim mengedukasi mahasiswa Universitas Islam Kediri di Desa Blabak, Kecamatan Kandat, Kediri, Selasa (15/5/2018). Hal tersebut untuk mendorong bioindustri berbasis tebu. FOTO: Balitbangtan Kementan

RILIS.ID, Kediri— Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Jawa Timur mengembangkan bioindustri berbasis tebu, karena mengedepankan kearifan lokal. Pengembangan bioindustri ini selaras dengan Strategi Induk Pembangunan Pertanian (SIPP) 2015-2045.

Desa Blabak, Kecamatan Kandat, Kediri, menjadi salah satu lokasi pembelajaran bioindustri BPTP Jatim, karena sentra produksi tanaman tebu. Edukasi diberikan Selasa (15/5/2018), kepada 40 mahasiswa magang Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Islam Kadiri (Unika).

Penanggung Jawab (Pj) Kegiatan, Dr. Tri Sudaryono, memberikan penjelasan umum terkait bioindustri berbasis tebu. Dia juga menjelaskan pemanfaatan olahan hasil tanaman tebu untuk berbagai produk bernilai ekonomi. 

Sedangkan praktik pembuatan gula merah cair dan kecap, produk derivat tebu, disampaikan dan dibimbing Ir. S.S. Antarlina, MS. Gula merah cair dan kecap, merupakan produk yang cukup prospektif untuk dikembangkan pada industri olahan, sehingga menumbuhkan ekonomi perdesaan.

Kecap merupakan produk tradisional, yang mudah dibuat industri rumah tangga dan diminati masyarakat. Namun, dapat pula dikembangkan pada industri yang lebih luas.

Sementara gula merah cair, belum sepopuler gula merah padat. Padahal, gula merah cair merupakan produk inovatif dan lebih efisien untuk digunakan industri makanan, lantaran tak perlu mencairkan kembali gula merah padat saat proses produksi. Demikian pula  untuk keperluan rumah tangga, gula merah cair praktis digunakan.

Bioindustri berbasis tebu maupun komoditas potensial lainnya, adalah masa depan pertanian Indonesia yang perlu dikembangkan. Hal ini, mendorong BPTP Jatim terus melakukan inovasi teknologi pertanian dalam rangka pengembangan bioindustri berkelanjutan.

Sumber: Citra/Balitbangtan Kementan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)