Home » Peristiwa » Daerah

Cagub Disarankan Adu Gagasan ketimbang Seret-seret Kiai ke Politik

print this page Rabu, 6/12/2017 | 12:52

ILUSTRASI: RILIS.ID/ Hafidz Faza

RILIS.ID, Surabaya— Pengamat politik dari Universitas Negeri Trunojoyo Mochtar W Oetomo menyarankan agar calon gubernur (Cagub) Jawa Timur (Jatim) mengedepankan pertarungan gagasan dan ide untuk menghindari konflik di akar rumput. Pasalnya, jika Cagub hanya fokus tarik-menarik dukungan kiai, dikhawatirkan bakal menaikkan tensi politik di Jatim.

"Ini momentum bagi kedua pasangan calon (Paslon) untuk mulai melakukan pertarungan ide, gagasan, dan mulai meninggalkan pertarungan klaim dukungan yang bisa menyeret-nyeret akar rumput maupun kiai ke arah konflik," katanya di Surabaya, Rabu (7/12/2017).

Dia menjelaskan, Paslon harus melemparkan gagasan yang produktif agar warga Jatim bisa menilai visi dan misi mereka. Ide dan gagasan yang dilontarkan juga harus substansial, bukan hanya kemasan untuk menaikkan elektabilitas semata.

"Jadi, sudah waktunya kedua Paslon untuk terus aktif melempar dan menanggapai ide serta gagasan agar publik bisa menilai apa sesungguhnya yang akan dilakukan oleh kedua Paslon untuk menyejahterakan dan memajukan Jatim," tegasnya.

"Hendaknya pertarungan ide dan gagasan itu tidak hanya sebatas kemasan tapi mesti ke arah substansi," tambahnya.

Seperti diketahui, dua kader Nahdliyin yakni Saifullah Yusuf dan Khofifah Indar Parawansa maju dalam Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jatim 2018. Majunya kedua kandidat tersebut, membuat dukungan kiai di Jatim terbelah. 

Gus Ipul yang didukung PKB dan PDIP mendapat dukungan dari sebagaian besar kiai struktural PWNU Jatim. Sedangkan, Khofifah mendapat dukungan kiai sepuh di Jatim yang tergabung dalam tim 17. 

Penulis Budi Prasetyo
Editor Intan Nirmala Sari

Tags:

Pilgub JatimCagub JatimNahdliyinKhofifah Indar ParawansaGus Ipul