logo rilis
Gabung Koalisi Gerindra-PKS, PAN Diminta Ikhlas soal Cawapres
Kontributor
Nailin In Saroh
07 Mei 2018, 10:27 WIB
Gabung Koalisi Gerindra-PKS, PAN Diminta Ikhlas soal Cawapres
Wakil Ketua Dewan Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Partai Amanat Nasional (PAN) diminta ikhlas tak mendapatkan kursi calon Wakil Presiden, bila bergabung dengan poros Partai Gerindra-Partai Keadilan Sejahtera (PKS) pada Pemilihan Umum (Pemilu) 2019. Dua hal melatarbelakanginya.

Pertama, kata Wakil Ketua Dewan Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid, kursi partainya di DPR RI lebih banyak. Kedua, PKS memberikan kursi cawapres pada Pemilu 2014 kepada Hatta Rajasa, mantan Ketua Umum PAN.

"Kalau rida, (cawapres PKS) juga wajar," ujarnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (7/5/2018). PKS memiliki 57 kursi di Senayan dan PAN cuma 43 kursi.

Meski demikian, Hidayat menambahkan, PKS menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo soal siapa pendampingnya. Partai dakwah pu tak bisa melarang PAN mengajukan nama untuk mendampingi mantan Danjen Kopassus itu.

"Pada ujung akhirnya, kan, akan dibahas bersama-sama," tandas Wakil Ketua MPR RI ini.

PAN sampai kini diketahui belum memutuskan bakal berkoalisi dengan kubu Joko Widodo yang digawangi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) atau Gerindra dengan Prabowo sebagai kandidat. Namun, partai yang diketuai Zulkifli Hasan tersebut belakangan, disebut-sebut akan bergabung bersama Gerindra dan PKS.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)