logo rilis
Gabung ke Koalisi, Golkar Ajukan 3 Syarat ke Demokrat
Kontributor
Nailin In Saroh
10 Juni 2019, 18:30 WIB
Gabung ke Koalisi, Golkar Ajukan 3 Syarat ke Demokrat
Ahmad Doli Kurnia

RILIS.ID, Jakarta— Partai Demokrat dikabarkan akan merapat ke kubu koalisi pasca silaturahmi putra mahkota Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Edhie Baskoro Yudhoyono (EBY) ke Presiden Joko Widodo dan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputeri pada hari lebaran lalu.

Menanggapi hal itu, Korbid Pemenangan Pemilu Sumatera DPP Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia Tandjung mengajukan tiga syarat yang harus dipenuhi Demokrat dalam hal prinsip.

Menurut Doli, untuk membangun bangsa sebesar Indonesia maka faktor persatuan, kebersamaan dan keharmonisan menjadi penting. Karena itu prinsipnya, semakin banyak yang memberikan dukungan terhadap pemerintahan Jokowi-Ma’ruf untuk lima tahun kedepan semakin baik.

“Kita juga harus terus mempertahankan tradisi demokrasi yang baik dan sehat. Betul memang pada saat Pilpres, kita semua diberi kesempatan untuk berkompetisi, tapi setelah terpilih pemenangnya, siapapun itu, semua harus menerima dengan lapang dada,” ujar Doli kepada wartawan di Jakarta, Senin (10/6/2019).

“Tidak ada lagi TKN, BPN, tim sukses, relawan, dsb. Yang ada adalah bahwa Jokowi-Ma’ruf adalah presiden dan wakil presiden seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.

Prinsip kedua, bahwa sistem pemerintahan yang dianut adalah sistem Presidensial. Sehingga, kata dia, dalam menyusun pemerintahan ke depan tentu itu adalah hak preogratif Joko Widodo sebagai presiden sepenuhnya.

Pada prinsip ketiga, sambung Doli, karena di dalam sebuah kompetisi demokrasi terbangun adanya pengelompokan berdasarkan visi, platform, dan “kontribusi” perjuangan bersama, maka di dalam menyusun pemerintahan pasca kompetisi harus juga memenuhi prinsip keadilan dan keseimbangan.

Prinsip ini, sambungnya, tentu harus menjadi dasar pembahasan antara Jokowi bersama dengan para Ketua Umum Partai Politik pengusung terlebih dahulu. Baru kemudian masuk pada pembahasan terhadap partai politik yang ingin bergabung pasca Pilpres.

“Sejauh dicapai kesepahaman-kesepahaman dan komitmen bersama, pastilah kehadiran Demokrat dan PAN akan diterima dengan baik. Dan perlu diingat bahwa koalisi di dalam sebuah pemerintahan itu bukan hanya berada di dalam kabinet, tapi juga di parlemen,” pungkas Doli.

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID