logo rilis

G20 Fokus pada Perlindungan Perdagangan
Kontributor

21 Maret 2018, 18:18 WIB
G20 Fokus pada Perlindungan Perdagangan
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Buenos Aires— Proteksionisme perdagangan menjadi topik utama yang dibahas para menteri keuangan dan gubernur bank sentral pada pertemuan tingkat menteri Kelompok 20 (G20) di Buenos Aires yang berakhir, Selasa (20/3).

"Pentingnya perdagangan internasional telah ditegaskan kembali dan kami meratifikasi bahwa kita harus terus berdialog," kata Menteri Keuangan (Menkeu) Argentina Nicolas Dujovne.

Gubernur Bank Sentral Argentina Federico Sturzenegger menambahkan bahwa, "ada pemahaman bahwa perdagangan itu baik, kita harus memperdalam perjanjian, sehingga semua orang bisa menang". Para perwakilan menyuarakan penolakan mereka terhadap tarif Amerika Serikat (AS) yang baru-baru ini diperkenalkan pada impor baja dan aluminium, serta tindakan proteksionis lainnya.

Pertemuan G20 biasanya ditutup dengan pernyataan bersama, yang dikenal sebagai komunike yang mencerminkan nilai dan tujuan bersama.

Pernyataan bersama pertemuan tersebut, membela sistem perdagangan multilateral dengan mengatakan bahwa "perdagangan dan investasi internasional adalah mesin penting pertumbuhan, produktivitas, inovasi, penciptaan lapangan kerja dan pembangunan," kata Sturzenegger.

Menteri Perekonomian, Industri dan Daya Saing Spanyol Roman Escolano mengatakan, "proteksionisme telah dibahas, dan para peserta menganggapnya sebagai kesalahan sejarah yang besar".

"Sistem keuangan global harus tetap terbuka, tangguh dan mendukung pertumbuhan, serta didasarkan pada standar-standar internasional yang disepakati. Kami akan terus memantau secara ketat dan, jika perlu, mengatasi risiko-risiko serta kerentanan-kerentanan yang muncul dalam sistem keuangan," katanya.

Para menteri juga membahas secara mendalam, tentang kebutuhan untuk membawa cryptocurrency ke regulasi yang lebih tajam. Mereka mengakui inovasi teknologi memiliki potensi untuk meningkatkan efisiensi dan inklusifitas sistem keuangan secara lebih luas. Namun, itu menunjukkan risiko-risiko, di mana mampu meningkatkan masalah perlindungan konsumen dan investor.

"Aset-aset Kripto, meningkatkan masalah sehubungan dengan perlindungan konsumen dan investor, integritas pasar, penghindaran pajak, pencucian uang dan pendanaan teroris. Kami mendesak badan-badan penetapan standar internasiona,l untuk melanjutkan pemantauan aset-aset kripto dan risiko-risikonya," jelasnya.

Dengan hadirnya 57 delegasi dari negara-negara dan institusi-institusi, ini adalah pertemuan pertama dari lima pertemuan yang akan diadakan sebelum Argentina menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada 30 November sampai 1 Desember 2018.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)