logo rilis
Fredrich Yunadi 'Ngarep' Dituntut Bebas
Kontributor
Tari Oktaviani
31 Mei 2018, 16:12 WIB
Fredrich Yunadi 'Ngarep' Dituntut Bebas
Mantan kuasa hukum Setya Novanto, Fredrich Yunadi, duduk di kursi terdakwa dalam sidang kasus dugaan merintangi penyidikan Setya di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, 5 Maret 2018. FOTO: RILIS.IDTari Oktaviani

RILIS.ID, Jakarta— Terdakwa kasus dugaan merintangi dan menghalangi penyidikan e-KTP, Fredrich Yunadi, berharap, Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK) menuntutnya dengan hukuman rendah. Dia malah meminta dituntut bebas.

"Kalau kami, sih, mengharapkan dituntut bebas," ujarnya sebelum menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Fredrich masih bersikeras benar, lantaran seorang advokat seharusnya tak bisa dijerat pidana. Jikapun ada masalah yang menyangkut profesinya, seharusnya diselesaikan di komisi etik advokat.

"Kalau memang kami bersalah, ada Peradi (Perhimpunan Advokat Indonesia). Sama seperti Polri atau militer, ada peradilan sendiri untuk mereka," dalihnya.

Bila JPU KPK tak menuntut bebas dirinya, Fredrich mengklaim, akan berdampak buruk terhadap profesi advokat. Citra advokat dianggap akan hancur ke depannya.

"Kami ini, kan, advokat, organisasi, bukan pribadi. Jadi, ini pertaruhan antara profesi advokat sama undang-undang, mau diperkosa atau ditegakkan?" tutupnya.

Fredrich didakwa merintangi penyidikan e-KTP dengan terdakwa Setya Novanto. Ia juga meminta dokter RS Permata Hijau untuk merekayasa data medis Setya, guna menghindari pemeriksaan penyidik KPK.

Atas perbuatannya, dia didakwa melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Editor: Fatah H Sidik


500
komentar (0)