logo rilis

Fredrich Merasa Dirugikan KPK, kok Bisa?
Kontributor
Tari Oktaviani
30 April 2018, 13:28 WIB
Fredrich Merasa Dirugikan KPK, kok Bisa?
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Mantan kuasa hukum Setya Novanto Fredrich Yunadi merasa keberatan dengan keputusan Jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang tidak menghadirkan semua saksi dalam persidangan. Fredrich mengaku haknya dirugikan atas keputusan jaksa tersebut.

"Banyak saksi yang menguntungkan saya, tapi sengaja tidak dipanggil. Kami merasa dirugikan," ujar Fredrich kepada majelis hakim di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (30/4/2018).

Ia mengacu pada berkas penyidikannya di mana terdapat 42 saksi yang telah diperiksa KPK dalam kasusnya. Namun, sejauh ini baru 16 saksi yang dihadirkan jaksa KPK dalam persidangan.

Ia menilai, jaksa sengaja hanya menghadirkan saksi yang memberatkan dirinya. Sedangkan saksi-saksi yang meringankannya tidak dihadirkan di persidangan.

"Kalau maraton sampai pagi pun kami siap. Ada ajudan Setya Novanto dan ada anggota DPR, itu keterangannya sangat penting. Kami enggak mau hak kami di kesampingkan demi mengejar waktu," kata Fredrich.

Jaksa KPK Roy Riady mengatakan, pihaknya berhak memilah mana saksi yang patut dihadirkan di persidangan dan mana yang tidak. Menurutnya, dalam persidangan jaksa diberikan hak untuk memilih saksi sesuai kebutuhan untuk membuktikan dakwaan.

"Memang dalam berkas ada 42 saksi. Tapi untuk buktikan dakwaan kami putuskan enggak semua saksi. Tapi ada juga saksi ajudan dan anggota dewan yang disebut terdakwa kemungkinan akan kami hadirkan," paparnya.

Dalam kasus ini, dokter Bimanesh Sutardjo bersama Fredrich Yunadi didakwa merintangi penyidikan kasus korupsi proyek pengadaan e-KTP yang menjerat Setnov. Mereka berdua diduga memanipulasi data medis Setnov agar bisa dirawat. 

Bimanesh dan Fredrich Yunadi disebut merekayasa agar Setnov dirawat di Rumah Sakit Medika Permata Hijau pada pertengahan November 2017 untuk menghindari pemeriksaan penyidik KPK.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)