logo rilis
FPKS Usul Harga Rokok di Indonesia Naik 700 Persen
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
22 Agustus 2019, 14:00 WIB
FPKS Usul Harga Rokok di Indonesia Naik 700 Persen
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Sekretaris Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR RI, Sukamta, menilai, harga rokok di Indonesia terlalu murah. Sehingga, menurutnya, bisa dijangkau masyarakat miskin yang biaya kesehatannya ditanggung negara melalui Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Sukamta pun mengusulkan agar pemerintah menaikkan harga rokok mencapai 700 persen. 

"Seharusnya harga rokok di Indonesia dinaikkan sampai 700 persen. Jadi orang miskin dilarang merokok karena sakitnya ditanggung negara," kata Sukamta di Jakarta, Kamis (22/8/2019). 

Sukamta mengatakan, orang-orang yang sudah kecanduan dan mampu membeli rokok yang mahal, silakan tetap merokok asal menanggung sendiri biaya pengobatan akibat penyakit karena rokok.

Yang penting, ujar dia, dampak buruk akibat konsumsi rokok tidak membebani negara karena pemasukan dari cukai tembakau tidak sebanding dengan biaya kesehatan yang harus dikeluarkan.

"Selama ini negara menoleransi rokok karena berharap pemasukan dari cukai tembakau. Di era JKN saat ini, negara semakin mudah menghitung biaya pengobatan penyakit akibat rokok dan memang tidak sebanding dengan cukai yang diterima," ujarnya.

Belum lagi, lanjut dia, bila bicara aspek peluang produktivitas yang hilang karena seseorang sakit akibat rokok di usia produktif. Menurutnya, nilai peluang kehilangan produktivitas lebih besar daripada biaya pengobatan yang harus ditanggung.

Sukamta mengatakan, permasalahan rokok bukan lagi persoalan kesehatan masyarakat. Isu tembakau telah bergeser menjadi persoalan bisnis dan politik.

"Ada politisi di Indonesia yang mendapat dukungan dari industri tembakau. Itu menjadi salah satu persoalan pengendalian tembakau di Indonesia," katanya.

Sumber: Antara




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID