logo rilis
Format Indonesia Nilai ada Skandal di Balik Matinya Satelit Telkom 1
Kontributor
Sukardjito
11 April 2018, 14:20 WIB
Format Indonesia Nilai ada Skandal di Balik Matinya Satelit Telkom 1
Satelit 1 Telkom.

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Format Indonesia (Forum Mahasiswa Untuk Nawacita Indonesia), Asep Ubaidillah, menduga ada skandal dibalik matinya satelit Telkom 1.

"Satelit Telkom 1 yang mati bulan Agustus 2017 itu bukan karena force majeure, tapi karena ada peraturan perundangan-undangan terkait satelit yang dilanggar. Usia Telkom 1 itu sudah lama usianya. Menteri Komunikasi dan Informasi, Pak Rudiantara kan mengatakan satelit itu sudah lama usianya. Kok masih dipergunakan?" kata Asep dalam keterangan pers yang diterima wartawan, Rabu (11/4/2018). 

Satelit Telkom 1 sendiri dirancang untuk masa operasi 15 tahun atas kerjasama sama PT Telkom dengan Lockheed Martin, perusahaan asal Amerika.

"Telkom 1 itu dirancang untuk usia 15 tahun. Jika diluncurkan tahun 1999, maka yang benar itu 2014 sudah dipersiapkan penggantinya. Ini tahun 2016 baru mereka berkontrak mencari penggantinya. Ini manajemen yang buruk dan jika diteliti pasti ada peraturan perundangan-undangan yang dilanggar," ujar Asep yang merupakan mahasiswa lulusan Fakultas Hukum UBK.

"Matinya Telkom 1 itu skandal, baik itu melanggar aturan dan manajemen yang buruk. Memperpanjang penggunaan satelit Telkom 1 hingga 2019 itu kan sepihak penilaiannya. Ini jadi bukti manajemen PT Telkom di bawah pimpinan Alex J Sinaga itu buruk," tambahnya.

Atas penelitian adanya peraturan hukum yang dilanggar dan pelayan yang buruk kepada pelanggan, maka Asep akan melaporkan hal tersebut ke DPR RI dan lembaga ombudsman.

"Setelah kami teliti bahwa skandal matinya Telkom 1 itu akibat melanggar aturan dan pelayan kepada pelanggan yang buruk, maka akan kami laporkan ke DPR RI dan lembaga ombudsman RI. Kami juga meneliti kepemimpinan Alex J Sinaga sudah cukup lama, baik itu kinerjanya yang tidak istimewa saat di PT Telkom Metra dan Telkomsel yang pernah dipailitkan. Harus diperbaiki hal ini oleh semua stakeholder kepemimpinan Alex J Sinaga sebagai Dirut PT Telkom," tutup  Asep.

Diketahui, pada 25 Agustus 2017, Satelit Telkom 1 mengalami kegagalan dalam hal beroperasi. Akibat hal tersebut terjadinya ribuan ATM dari 4 bank yaitu BCA, Mandiri, BNI dan BRI yang mati. Belum lagi beberapa stasiun televisi swasta yang juga ikut terganggu. Diperkirakan ada milyaran transaksi keuangan yang gagal saat itu dan beberapa bisnis yang terganggu.

Satelit Telkom diluncurkan sekitar bulan Agustus tahun 1999 dari Kourou, Guyana Perancis dan menempati slot orbit 108 derajat bujur timur.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak PT Telkom ihwal disampaikan Format Indonesia.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)