logo rilis
Format Indonesia Laporkan Telkom ke Kemenkominfo
Kontributor
Sukardjito
17 April 2018, 19:36 WIB
Format Indonesia Laporkan Telkom ke Kemenkominfo
Asep Ubaidilah Ketua Umum Format Indonesi

RILIS.ID, Jakarta— Format Indonesia melakukan laporan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika atas dugaan maladministrasi dalam rusaknya satelit telkom-1. Sebagai pihak terlapor yakni manajemen PT Telkom.

"Hari ini kami tetap teguh untuk mengusut skandal di balik rusaknya satelit telkom-1. Hasil analisis kami menduga ada maladministrasi dan pelanggaran hukum. Upaya ini juga dilakukan atas saran dari teman-teman di Ombudsman RI kemarin," kata Ketua Format Indonesia, Asep, dalam siaran persnya kepada wartawan, Selasa (17/4/2018).

Menurutnya, Menkominfo di sebuah media online juga pernah mengatakan bahwa rusaknya satelit Telkom-1 akibat usianya yang sudah tua dan tanpa persiapan back-up jika terjadi anomali.

"Saya sepakat dengan Pak Menteri Rudiantara di media online yang mengatakan bahwa rusaknya satelit Telkom-1 ini akibat usianya yang sudah tua dan harusnya ada backup. Pertanyaan kita semua, apakah memperpanjang usia satelit itu sudah sesuai dengan aturan hukum? Apakah kementerian Kominfo tahu dan dilibatkan dalam memperpanjang penggunaan satelit telkom 1 hingga lewat 15 tahun? Saya duga tidak," tukasnya.

"Format Indonesia tetap menuntut kasus ini diusut agar tidak terulang kembali. Serta meminta Dirut PT Telkom Alex J Sinaga untuk mundur karena bekerja tidak profesional dalam menentukan skala prioritas hingga masyarakat dirugikan akibat rusaknya Telkom 1 di Agustus 2017," pungkas Asep.

Diketahui, pada 25 Agustus 2017, Satelit Telkom 1 mengalami kegagalan dalam hal beroperasi. Akibat hal tersebut terjadinya ribuan ATM dari 4 bank yaitu BCA, Mandiri, BNI dan BRI yang mati. 

Belum lagi beberapa stasiun televisi swasta yang juga ikut terganggu. Diperkirakan ada milyaran transaksi keuangan yang gagal saat itu dan beberapa bisnis yang terganggu.

Satelit Telkom diluncurkan sekitar bulan Agustus tahun 1999 dari Kourou, Guyana Perancis dan menempati slot orbit 108 derajat bujur timur.

Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan dari pihak PT Telkom ihwal disampaikan Format Indonesia.


500
komentar (0)