logo rilis

Formappi Curiga UU Terorisme Sengaja Diulur untuk Lempar Tanggung Jawab
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
15 Mei 2018, 12:11 WIB
Formappi Curiga UU Terorisme Sengaja Diulur untuk Lempar Tanggung Jawab
Peneliti Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Lucius Karus. FOTO: RILIS.ID/Ainul Ghurri

RILIS.ID, Jakarta— Peneliti senior dari Formappi, Lucius Karus, menaruh curiga kepada pemerintah dan DPR RI yang sengaja tak segera menyelesaikan Revisi Undang-Undang Pemberantasan Terorisme. Kesengejaan itu, kata dia, dilakukan pemerintah dan DPR agar memiliki alasan ketika terjadinya kasus bom yang dilakukan oleh para teroris. 

"Karena DPR dan Pemerintah bahkan tanpa beban saling melempar kesalahan soal keterlambatan pembahasan RUU Antiterorisme di hadapan fakta teror yang mengakibatkan banyaknya korban dari masyarakat," kata Lucius kepada rilis.id, Selasa (15/5/2018). 

Saat kejadian bom Thamrin di Jakarta pada Januari 2016 lalu, desakan untuk penyelesaian Revisi UU itu juga sudah ada. Namun, komitmen pemerintah dan DPR untuk menyelesaikan UU itu hingga terjadi lagi sejumlah kasus juga tak kunjung terbukti. 

"Jadi, DPR dan pemerintah selalu punya alasan untuk kasus-kasus teror yang secara tiba-tiba muncul," ujarnya. 

Pemerintah dan DPR, tegas Lucius, harus meminta maaf kepada publik atas molornya penyelesaian Revisi UU tersebut. Karena, lanjutnya, pemerintah dan DPR teledor dalam memenuhi kebutuhan mendasar warga akan kenyamanan dan keamanan dari ancaman dan aksi teror. 

"Saya kira ini dosa besar DPR dan pemerintah yang abai dengan kemendesakan RUU Antiteriorisme ini," tandasnya. 

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)