logo rilis

Forhati: Menolak LGBT Menyelamatkan NKRI
Kontributor

04 April 2018, 18:19 WIB
Forhati: Menolak LGBT Menyelamatkan NKRI
Ketua Koordinator Presidium Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Hanifah Husein Baldan (tengah). FOTO: RILIS.ID/Yayat R Cipasang

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Koordinator Presidium Forum Alumni HMI Wati (Forhati) Hanifah Husein Baldan mengajak masyarakat untuk terus mewaspadai setiap aksi dan gerakan yang mempromosikan lebian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Gerakan yang terstruktur, masif dan berbiaya sangat besar itu menjadi ancaman bagi kutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Dalam UU yang kita pakai sejak zaman Belanda belum ada khusus pasal yang memberikan hukuman sebagai efek jera dari kepada LGBT. Karena itu harus kita perjuangkan terus," kata Hanifah dalam perbincangan santai dengan rilis.id di sebuah kedai kopi di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (4/4/2018).

Sebelumnya, Hanifah bersama anggota presidium lainnya menggelar pertemuan dengan Ketua MPR Zulkifli Hasan membahas isu LGBT. Zulhasan, demikian Ketua Umum PAN ini disapa, menurut Hanifah menerima hasil kajian Forhati mengenai pentingnya memberikan hukuman kepada pelaku LGBT.

“Nah kami menitip pesan kepada Ketua MPR dan beliau juga bertekad untuk memperjuangkannya walaupun nanti dirisak. Tapi Pak Zulhasan tak peduli karena LGBT merusak anak bangsa," kata istri mantan Menteri Agraria dan Tata Ruang Ferry Mursyidan Baldan ini.

Kendati di DPR banyak RUU yang tengah dibahas tetapi Forhati, kata Hanifah, memberikan perhatian khusus kepada RUU KUHP yang membahas tentang LGBT. 

"Kita memang bukan ahli hukum dan juga bukan ahli bahasa tetapi kita sudah memberikan masukan. Inilah hasil pemikiran alumni kita. Pasal ini jadi ini, pasal ini jadi ini," ujarnya.

Hanifah menekankan, LGBT tidak bisa dianggap enteng karena gerakannya tidak hanya di dalam negeri tetapi juga terkoneksi dengan jaringan internasional. Bahkan lembaga PBB pun mengucurkan dana khusus untuk gerakan ini.

"Kita hanya ingin membuka mata bahwa orang yang akan melegalkan LGBT ini pasti dia bekerja keras tetapi kami mengingatkan diri kami bahwa kami tidak tidur. Saya ucapkan terimakasih atas perjuangan ibu-ibu semua dan saya akan berada di barisan paling depan untuk melawan dan siap mendukung penolakan LGBT di Indonesia. Jangan sampai kita kecolongan," paparnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID