logo rilis

Firli Resmi Dilantik Jadi Deputi Penindakan KPK
Kontributor
Tari Oktaviani
06 April 2018, 15:23 WIB
Firli Resmi Dilantik Jadi Deputi Penindakan KPK
Ilustrasi KPK. RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Brigjen Pol Firli akhirnya dilantik sebagai Deputi Penindakan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggantikan Heru Winarko. Selain Firli, pejabat internal KPK Supardi juga dilantik sebagai Direktur Penuntutan KPK.

Prosesi pelantikan berlangsung di Gedung Merah Putih KPK. Keduanya membacakan sumpah jabatan yang dituntun langsung oleh Ketua KPK Agus Rahardjo. 

"Demi Allah saya bersumpah bahwa saya untuk setia dan taat kepada NKRI bahwa saya tidak akan menerima hadiah atau sesuatu pemberian berupa apa saja dari siapapun juga yang saya tahu atau patut dapat mengiria bahwa ia menpunyai hal yang bersangkutan dengan jabatan atau pekerjaan saya," ucap Firli dan Supardi saat membacakan sumpah dengan diikuti dua pejabat itu, Jakarta, Jumat (6/4/2018).

Mereka juga bersumpah untuk mengutamakan kepentingan negara di atas kepentingan pribadi ataupun suatu golongan. 

"Bahwa dalam mengerjakan pekerjaan dan janatan saya senantiasa mengutamakan kepentingan negara dibanding kepentingan saya sendiri, seseorang atau golongan. Bahwa saya akan menjunjung tinggi kehormatan negara. Saya akan bekerja jujur dengan tertib, dan hormat demi kepentingan negara," tutur mereka. 

Usai disumpah jabatan, kedua pejabat itu juga diminta untuk membacakan Pakta Integritas. Keduanya diminta untuk berkomitmen dalam menjalankan tugasnya masing-masing selama di KPK. Setidaknya, ada empat point pakta integritas. 

Pertama, bersedia mematuhi dan melaksanakan dengan sungguh ketentuan perundang-undangan dan kode etik KPK. Kedua, bersedia menghindari pertentangan kepentingan dalam menjalankan tugas. Ketiga, bersedia diproses sesuai ketentuan yang berlaku apabila ditemukan pelanggaran perundang-undangan sebelum jadi pegawai KPK.

"Keempat, apabila kami melanggar hal-hal yang dinyatakan fakta integritas kami beraedia disanksi moral, sanksi administrasi dan sanksi pidana sesuai ketentuam yang berlaku," tuturnya.

Penunjukan dua pejabat itu sendiri langsung diputuskan oleh pimpinan KPK. Lelang jabatan Deputi Penindakan sendiri diadakan setelah Heru Winarko dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Nakotika Nasional (BNN). 

Tahapan seleksi lelang jabatan itu sendiri, dilakukan mulai dari tahap seleksi pertama pada proses pendaftaran, setelah itu administrasi, dan seleksi tahap akhir. 

Diketahui ada beberapa nama yang akan merebutkan kursi Dirdik KPK. Antara lain, Kombes Edy Supriyadi, Staf SDM Mabes Polri Kombes Andy Hartoyo dan Kasubdit IV Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Mabes Polri Kombes Djoko Poerwanto. 

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)