logo rilis
Finsen Mendrofa: Poros Maritim, Negara Harus Lindungi Pelaut Indonesia
Kontributor
Kurniati
29 Maret 2018, 11:17 WIB
Finsen Mendrofa: Poros Maritim, Negara Harus Lindungi Pelaut Indonesia
Goes to Campus Forkami di Kampus Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar

RILIS.ID, Jakarta— Praktisi Hukum sektor pelayaran dan perikanan, Finsen Mendrofa, menilai hukum di Indonesia belum sepenuhnya melindungi pelaut-pelaut Indonesia yang bekerja di Kapal Indonesia, terlebih di kapal asing. 

Ia mencontohkan, kasus upah pelaut yang tidak ada standar minimalnya, upah pelaut yang tidak dibayarkan oleh pengusaha (owner) kapal, sertifikasi pelaut yang sering dipalsukan, adanya calo-calo ilegal perekrut pelaut dan kasus kecelakaan kerja dan penyelesaian perselisihan hukum.

"Padahal hak-hak dan kewajiban Pelaut sudah diatur oleh peraturan perundang-undangan termasuk MLC 2006 yang sudah diratifikasi melalui Undang-Undang No. 15 Tahun 2016," kata Finsen Mendrofa ketika dihubungi rilis.id di Jakarta, Kamis (29/3/2018).

Finsen Mendrofa menjadi salah satu pembicara dalam kegiatan Goes to Campus Forum Komunikasi Maritim Indonesia (Forkami) di Kampus Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, Rabu (28/3/2018) kemarin.

Finsen Mendrofa, memberikan materi kuliah umum tentang Urgensi Perlindungan Hukum Pelaut Indonesia ini, mendorong agar dibentuknya Badan Peradilan Maritim sebagai instrumen penegakkan hukum di laut. 

"Indonesia memiliki Mahkamah Pelayaran, namun Mahkamah Pelayaran bukan badan peradilan yudisial. Tapi hanya sebatas lembaga pemeriksaan dan pembinaan adanya temuan pelanggaran kecelakaan kapal dalam menjalankan tugas para awak kapal yang bersifat administrasi," katanya.

Melihat banyak persoalan hukum di sektor maritim, lanjut Finsen,  maka sangat perlu adanya Badan Peradilan Maritim dibawah Mahkamah Agung Republik Indonesia. 

"Tujuannya agar semua kasus hukum laut disidangkan di sana," katanya.

Finsen Mendrofa berharap, program Goes to Campus FORKAMI di bawah pimpinan James Talakua semakin memperluas sekolah di bidang pelayaran dan perikanan, untuk mensukseskan program pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla, yang menjadikan Indonesia sebagai poros maritim dan negara maritim yang berdaulat untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

Selain Finsen Mendrofa, kegiatan Goes to Campus Forkami ini juga menghadirkan Deputi IV Bidang Kordinasi Iptek dan Budaya Maritim Kemenko Martim RI, Safri Burhanuddin,DEA dan ahli dan praktisi dibidang Migas, Tatie Magdalena Sahea .
 


500
komentar (0)