logo rilis
Film Dilan 1990 Dibajak, Anang Sebut Pengawasan Lemah
Kontributor
Tio Pirnando
07 Maret 2018, 13:54 WIB
Film Dilan 1990 Dibajak, Anang Sebut Pengawasan Lemah
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah meminta Badan Ekonomi Kreatif Indonesia (Bekraf) dan kepolisian menindak dan menangkap pelaku pembajakan film Dilan 1990 . Apalagi, Bekraf dan Polri sudah membentuk satuan tugas (satgas) penanganan pembajakan produk ekonomi kreatif.

"Efektivitas satgas ini memang cukup lemah.  Karena pertama satgas ini memang sifatnya tidak eksekutorial, hanya menerima aduan saja. Kedua, ujung dari Satgas ini terletak pada aparat kepolisian,"ujar Anang kepada rilis.id, Rabu (7/3/2018).

Musisi asal Jember, Jawa Timur, ini menegaskan, tindakan pembajakan itu tentu melawan bahkan melecehkan hukum. Namun demikian, dia menyangkan tindakan hukum terhadap pelaku pembajakan masih sangat lemah. 

"Intinya, penegakan hukum sangat lemah," cetus diam

Lebih lanjut, musisi yang sempat berduet dengan penyanyi Syahrini ini berpandangan, kegairahan sektor ekonomi kreatif mestinya juga diikuti dengan semangat proteksi terhadap sektor ini. 

"Kinerja Bekraf menunjukkan sinyal yang sangat positif, ini mestinya dibarengi dengan proteksi dari negara salah satu bentuknya melalui penegakan hukum. Pembajak harus disikat, kalau tidak kita hanya putar-putar di masalah ini saja," tuntas dia.

Seperti diketahui, Producer Max Pictures, Ody Mulya Hidayat memutuskan untuk melaporkan kasus beredarnya film bajakan Dilan 1990 ke pihak kepolisian. Film bajakan tersebut ditemukan Ody dalam kepingan CD DVD yang sudah tersebar di kawasan Cirebon, Jawa Barat.

"Saya dapat laporan dari teman, dia bilang di Kota Cirebon ini sudah ada DVD bajakan yang dijual,” ungkap Ody di Jakarta.

Ody yang langsung datangi toko di Kawasan Cirebon itu menemukan beberapa ikat DVD film Dilan. "Satu ikat ada sekitar 5 atau 10 buah," ungkap Ody.

Tidak hanya itu, Ody juga menemukan DVD bajakan film-film lainnya seperti film Jomblo, Warkop Reborn dan Keluarga Tak Kasat Mata. Tak tanggung-tanggung, saat dirinya membeli DVD bajakan itu pun bisa dicek dalam penayangan DVD. 

"Ini luar biasa sebagai bukti. Ini saya sudah laporkan ke kepolisian Cirebon," ungkap Ody.

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID