logo rilis
Festival Sarung Batik, Cara Pemkot Pekalongan Lestarikan Budaya
Kontributor
Ning Triasih
21 Maret 2018, 20:31 WIB
Festival Sarung Batik, Cara Pemkot Pekalongan Lestarikan Budaya
Sarung batik Pekalongan. FOTO: Instagram/@heru_zaheera

RILIS.ID, Pekalongan— Jelang hari jari ke-122 Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Pemerintah setempat bakal menggelar Festival Sarung Batik pada 30 Maret sampai 8 April 2018 mendatang.

Wali Kota Pekalongan Saelany Machfudz mengatakan, tujuan festival batik ini adalah untuk melestarikan budaya memakai sarung batik. Sekitar 15 perusahaan sarung batik akan turut memeriahkan festival tersebut.

Baca Juga

"Kami pastikan ada 15 perusahaan batik yang akan ikut dalam kegiatan itu, bahkan mungkin bisa bertambah," kata Saelany di Pekalongan, Rabu (21/3/2018) seperti dilansir dari ANTARA.

Menurut Saelany, sebagai kota yang telah dapat penghargaan dari Organisasi Pendidikan, Keilmuan dan Kebudayaan (UNESCO), Pekalongan harus mampu menjaga dan mempertahankan penghargaan tersebut. Salah satu caranya yakni dengan melestarikan batik.

"Oleh karena, kita harus dapat kreatif dan berinovasi dalam melestarikan kerajinan batik sebagai corak budaya," ucapnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, guna melestarikan kerajinan batik, Pemkot juga akan mencanangkan ke setiap Aparatur Negara Sipil (ANS) agar memakai sarung batik saat melayani masyarakat. Serta, masyarakat itu sendiri pun dianjurkan untuk memakai sarung batik setiap melaksanakan salat Jumat

"Kita memang harus kreatif dan berinovasi untuk mempertahankan penghargaan dari UNESCO itu. Apabila kita tidak mampu menjaga atau berkreatif dan berinovasi maka bisa saja penghargaan dari UNESCO akan dicabut," tandasnya.


500
komentar (0)