logo rilis
Feodalisme, Buah Busuk Peradaban
kontributor kontributor
Dadang Rhs
07 September 2017, 20:52 WIB
Dewan Guru Institut Publik Inisiatif, Redaktur Senior RILIS.ID
Feodalisme, Buah Busuk Peradaban

GELAR adalah segalanya bagi kaum feodal. Tanpa gelar, manusia hanyalah sampah yang nista. Jika bukan bangsawan, ia bahkan lebih rendah dari hewan.

Kaum feodal merasa mereka pemilik mandat langsung dari Tuhan. Sementara kelompok besar orang di luar lingkaran mereka hanyalah penumpang gelap. Hamba sahaya. Budak belian. Hanya jelaga peradaban.

Baca Juga

Banyak riwayat yang tercatat betapa kaum feodal tega menumpahkan darah kaum jelata hanya karena tersinggung. Tuan-tuan tanah menggerakkan centeng-centeng untuk memberangus kaum jelata yang berani berkata beda atau sekadar menatap wajah mereka.

Sejarah bergerak ke depan, kaum feodal tak mau beranjak.

Para aristokrat ini tak rela melepas kemewahan yang didapat tanpa perlu berpikir dan mengeluarkan tenaga. Kemewahan juga kemuliaan ini harus dipertahankan. Atas nama kesucian yang diwariskan, mereka membangun tembok segregasi. Mereka mempertegas batas api antara kami dan mereka. Tuan dan budak.

Para aristokrat ini tak sudi untuk menjadi kita. Bagi kaum ini, diskriminasi adalah sesuatu yang suci dan menyucikan golongan mereka dari najis peradaban.

Feodalisme seniscayanya adalah karya agung dari keserakahan. Kerakusan atas kepemilikan. Tentu sikap tamak ini  dikemas. Jelata tak boleh tahu rahasia kelam  yang tak terpuji ini.

Harus ada cerita untuk menutupi kejahatan ini. Diperlukan perangkat yang membuat ia tampak sebagai sesuatu yang mulia dan tak tersentuh.

Maka dibuatlah hoaks. Bahwa, ada kilat yang membawa pesan dari langit. Para dewa telah bersidang dan memberi mandat pada segelintir orang untuk menguasai bumi dan seisinya demi kebaikan segenap penghuni jagat raya ini. Hoaks ini dirawat hingga kini.

Ajaib memang,  kisah kaum penyembah ketamakan ini. Bahkan, setelah milenium berganti, di era digital ini urusan gelar tetap dijadikan alas untuk membungkam perbedaan. Mungkin karena mereka tak punya apa-apa kecuali keserakahan.

“Sejarah penuh dengan miskalkulasi yang jauh lebih idiotik.” Demikian tulis Yuval Harari dalam Sapiens. Alhasil, buah busuk dari sejarah peradaban ini telah melahirkan makhluk-makhluk kerdil yang idiot. Akankah sampah sejarah ini terus memenuhi dan meracuni peradaban kita? Wallahu a’lam.


#Feodalisme
#Hoaks
#Merdeka
#Dadang Rhs
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID