logo rilis
Fenomena Bunuh Diri, Ini Tanggapan Mahasiswa Kedokteran UGM
Kontributor

24 Juli 2017, 13:23 WIB
Fenomena Bunuh Diri, Ini Tanggapan Mahasiswa Kedokteran UGM
Ilustrasi bunuh diri.

RILIS.ID, Jakarta— Bunuh diri biasanya dipicu karena ada masalah pada kejiwaan. Terlebih kepada orang dengan riwayat kesehatan mental seperti, sering cemas, depresi, fobia, skizofrenia, stres pasca trauma besar seperti bencana alam hingga yang memiliki riwayat kecanduan narkotika.

Kasus terbaru, bunuh diri mengguncang dunia karena yang melakukannya vokalis Linkin Park, Chester Bennington. Diduga penyebab depresi vokalis yang sekujur tubuhnya penuh tato ini lantaran teman dekatnya meninggal dan juga akibat ketergantungan narkoba.

Baca Juga

"Kita harus mengajak masyarakat untuk menyadarkan bahwa orang yang bunuh diri itu adalah orang yang benar-benar membutuhkan bantuan dari kita," kata dokter muda alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Farhandika Mursyid kepada rilis.id, Jumat (21/7/2017).

Menurutnya, rasa empati dan simpati kepada pengidap gangguan psikologis mampu menjadi solusi yang konstruktif. Karena orang yang berpikir untuk bunuh diri memiliki kondisi psikologis yang terombang-ambing. Selain itu, penting juga untuk mengatasi stigma negatif bagi orang-orang yang sudah melakukan bunuh diri. 

"Misalnya dengan mengganti istilah-istilah ke yang lebih ramah, misalnya mengganti pelaku bunuh diri jadi orang yang meninggal akibat bunuh diri," kata pria yang mengambil Program Profesi Pendidikan Dokter di UGM ini. 

Menurut penulis buku Ketika di Dalam Penjara ini, masyarakat juga harus menanggapi serius jika ada kasus bunuh diri di sekitarnya. Caranya dengan mengurangi pemberitaan ataupun pembahasan berlebih soal kasus bunuh diri. 

"Hal tersebut bisa juga memicu kemungkinan adanya wabah bunuh diri dan juga bunuh diri tiruan," imbuhnya.

Biasanya, lanjut Farhandika, di masyarakat, tingkat desa ataupun dusun, mengenal adanya kader kesehatan, perwakilan dari warga yang dipercaya oleh Puskesmas untuk membantu program kesehatan mereka.

"Menurutku, perlunya ada kader khusus untuk kesehatan jiwa, sehingga mereka bisa turut bantu skrining masyarakat yang memiliki faktor risiko untuk bunuh diri tersebut. Sehingga, mereka bisa mengajak keluarga untuk melakukan pemantauan atau tindakan pencegahan supaya dia tidak dalam kondisi kejiwaan yang terombang-ambing," kata pria kelahiran Padang ini. 

Meskipun, menurutnya faktor budaya sendiri juga bisa. "Contohnya di Gunung Kidul itu ada istilahnya pulung gantung, yaitu jika misalnya seseorang melihat bola api berekor dan berwarna merah, maka di sekitar tempat bola itu jatuh akan ada orang yang bunuh diri," ceritanya.


#bunuh diri
#depresi
#penyebabnya
#vokalis linkin park
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID