logo rilis
Fatayat NU: Kawin Kontrak Bertentangan Hukum Negara dan Islam
Kontributor
Sukma Alam
17 Juni 2019, 16:01 WIB
Fatayat NU: Kawin Kontrak Bertentangan Hukum Negara dan Islam
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Lebak— Ketua Fatayat Nahdlatul Ulama Kabupaten Lebak Siti Nurasiah mengatakan kawin kontrak yang belakangan ini kasusnya terbongkar dengan modus perdagangan manusia di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, sangat merugikan kaum perempuan.

"Kita harus cegah kawin kontrak itu karena bertentangan dengan hukum negara juga hukum Islam," kata Siti Nurasiah saat dihubungi di Lebak, Senin (17/6/2019).

Kawin kontrak atau nikah mutah di berbagai daerah di Indonesia cukup membuktikan, seperti kasus kawin kontrak di Cisarua, Kabupaten Bogor.

Kasus kawin kontrak kemungkinan terjadi di daerah lain, termasuk di Kota Pontianak, Kalbar.

Namun, kasus kawin kontrak di Kota Pontianak dijadikan modus perdagangan orang.

Fatayat Kabupaten Lebak tentu merasa prihatin terjadinya kawin kontrak dijadikan modus perdagangan orang.

Oleh karena itu, pihaknya meminta pemerintah menindak tegas kawin mutah,terlebih Majelis Ulama Indonesia (MUI) menetapkan kawin kontrak haram dan bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

"Kawin kontrak secara langsung sangat merugikan kaum perempuan," katanya.

Sumber: ANTARA




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID