logo rilis

Fakta-fakta Seputar Aliran Sesat Kerajaan Ubur-ubur di Serang
Kontributor
Ning Triasih
14 Agustus 2018, 15:24 WIB
Fakta-fakta Seputar Aliran Sesat Kerajaan Ubur-ubur di Serang
MUI Kota dan Polres Kota Serang melakukan mediasi dengan pimpinan aliran sesat Kerajaan Ubur-ubur. FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Baru-baru ini, masyarakat dihebohkan dengan keberadaan aliran sesat Kerajaan Ubur-ubur di Serang, Banten. Terungkap, ajaran ini merupakan praktik menyimpang seorang yang dikenal sebagai paranormal berkedok agama Islam.

Menurut keterangan ketua RT setempat Surya Maiharda, warga sekitar sudah sering mengeluh dengan aktivitas menyimpang tersebut. Sebenarnya seperti apa sih aliran sesat Kerajaan Ubur-ubur? Berikut rilis.id rangkum sejumlah fakta-faktanya dari  berbagai sumber.

Dipimpin sepasang suami-istri

Kegiatan yang menyimpang dari ajaran agama Islam ini dipimpin oleh pasangan suami-istri, Aisyah dan Rudi. Setelah dilakukan mediasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang, Aisyah mengaku jika ia beragama Sunda Wiwitan, kendati kerajaannya mengakui Alquran dan Allah SWT.

Percaya Nabi Muhammad adalah perempuan

Kerajaan Ubur-ubur yang berupa rumah dan berlokasi di lingkungan Sayabulu, Kelurahan Serang, Kota Serang, Banten, mengakui, Nabi Muhammad berjenis kelamin perempuan. Bahkan, kalimat Syahadat nya pun berbeda dari ajaran Islam.

Kabah bukan kiblat

Selain percaya bahwa Muhammad adalah perempuan, penganut Kerajaan Ubur-ubur juga meyakini, Allah memiliki makam seperti petilasan.

"Yang paling lucu adalah kenapa kita mencium Hajar Aswad karena Hajar Aswad seperti kelamin perempuan, dan Kabah bukan kiblat tapi tempat pemujaan," ujarnya saat mediasi dengan MUI Kota Serang.

Pengikut delapan orang

Pasutri ini telah tinggal di rumah yang dijadikan praktik sesat selama dua tahun. Hingga saat ini, pengikutnya telah mencapai delapan orang asal Jawa timur dan Jawa Tengah.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)