logo rilis
Fahri: Kalau Saya Jadi Prabowo, Saya Ungkap Tim Mawar ke Publik
Kontributor
Sukma Alam
12 Juni 2019, 18:01 WIB
 Fahri: Kalau Saya Jadi Prabowo, Saya Ungkap Tim Mawar ke Publik
Fahri Hamzah. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah angkat bicara terkait dugaan keterlibataan Tim Mawar pada kerusuhan 21-22 Mei kemarin. Ia mendorong Calon Presiden Prabowo Subianto itu buka-bukaan.

"Kalau saya jadi Pak Prabowo, ini waktunya bicara. Sudah cukup 21 tahun diam soal-soal yang dituduhkan kepadanya. Undang media, buka semua kejadian di masa lalu. Agar publik mendapat pencerahan dari prinsip liput kedua sisi (cover both side). Ini PR Pak Prabowo," ujar Fahri dikutip akun Instagram-nya, Rabu (12/6/2019).
 
"Sebab kisah Tim Mawar yang kembali diangkat oleh media menjelang sidang MK itu membuat publik tidak dapat membaca semua sisi dari Prabowo padahal beliau figur yang penting dan menentukan perjalanan bangsa ke depan. Sebaiknya dibuka sekarang. Undang seluruh media dalam dan luar," tambahnya.

Menurutnya, mantan Danjen Kopassus itu harus meluruskan Tim Mawar sebenarnya. Pasalnya kalau tidak, kata dia, informasi ke publik akan menjadi fitnah.

"Buat orang-orang yang dekat dengan Prabowo, termasuk yang dianggap menjadi korban seperti Andi Arief, Pius, Desmon, dll yang masih hidup dapat ikut memberi keterangan. Tapi, publik perlu mendengar langsung dari Prabowo yang mendapat fitnah paling banyak. Menurut saya ini waktunya," terangnya.

"Jika terlalu banyak misteri yang tersimpan dari masa lalu, beban bangsa ini makin banyak. Maka adalah tugas mulia Pak Prabowo untuk mengurangi beban bagi generasi yang akan datang. Biar sejarah kita lebih bersih. Biar sejarah TNI lebih terang. Ini semua demi bangsa," tandasnya.

Selain itu, Fahri menjelaskan Prabowo ingin menerbitkan bukunya. Namun tak jadi dengan alasan tertentu.

"Saya mendengar, berkali buku Pak Prabowo mau diterbitkan tetapi tidak jadi. Beliau menganggap “dia telan semua salah lembaga”. Menurut saya itu tidak fair. Bukan saja untuk pak Prabowo tapi bagi sejarah bangsa kita. Bagi generasi mendatang. Kita sudah makin dewasa kok sekarang," katanya.

Fahri mendorong kembali agar ketua umum Gerindra itu memberkan soal Tim Mawar ke Publik. Hal itu, lanjutnya, masyarakat dapat menilai duduk perkara sebenarnya.

"Kalau saya jadi Pak Prabowo maka saya akan ceritakan semua yang terjadi. Termasuk menyebut nama-nama yang ada dan harus dijelaskan. Biarlah publik yang menilai. Tidak peduli ada pengadilan baru. Karena yang penting adalah bicara satu sisi yang belum pernah dikatakan. Itu saja," pungkasnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID