logo rilis
Fahri: Intervensi Kasus e-KTP, KPK Libatkan Presiden
Kontributor
Tio Pirnando
15 November 2017, 07:39 WIB
Fahri: Intervensi Kasus e-KTP, KPK Libatkan Presiden
Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sering bersembunyi di balik Presiden Jokowi, ketika ada pihak yang melakukan kritikan. Padahal, secara internal KPK memang memiliki banyak masalah dan kesalahan, namun sengaja didiamkan.

"Kalau masyarakat sekarang mengadu terkait oknum KPK, apakah penegak hukum berani mengusut hal tersebut, adanya nanti malah dibilang antek-antek koruptor. Ujung-ujungnya KPK lobi-lobi presiden, dan presiden bilang jangan ganggu KPK. Dan kalau kita kritik, dibilangnya kita tidak pro-pemberantasan korupsi," ungkapnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (14/11/2017).

Fahri mengingatkan agar KPK tak libatkan Presiden Jokowi untuk melakukan intervensi terhadap proses penyelesaian hukum, terhadap kasus e-KTP ini. 

"Kalau kita lihat, secara tidak langsung pemerintah sudah diseret untuk intevensi dalam kasus KPK," jelas Fahri.

Fahri menyebutkan, sebelumnya banyak kabinet dari pemerintah ditandai oleh KPK yang ingin diangkat Jokowi, namun tidak jadi. Hal ini, karena dicegah oleh lembaga antirasuah itu dengan dugaan mereka memiliki kasus korupsi. Namun, Fahri tak menyebutkan siapa calon menteri yang cegah KPK tersebut.

"Saya katakan, presiden mau angkat setan untuk jadi menteri sekali lagi itu hak pregoratif pemerintah, tapi mengapa KPK ikut-ikut intevensi menandai ini orang merah ini orang hijau. Janganlah lah," pungkasnya.


#Korupsi e-KTP
#Setya Novanto
#KPK
#Fahri Hamzah
komentar (0)