logo rilis
Fahri Sebut Masuk Akal Indonesia Bakal Bubar 2030
Kontributor
Zul Sikumbang
22 Maret 2018, 15:38 WIB
Fahri Sebut Masuk Akal Indonesia Bakal Bubar 2030
Fahri Hamzah. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Pernyataan Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, bahwa Indonesia bisa bubar tahun 2030 dinilai warning yang harus dijadikan catatan pemerintah dan masuk akal.

Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, meminta pemerintah jangan gusar dengan warning dari Prabowo tersebut itu.

“Jadi situasi ini bisa saja menciptakan kerawanan yang menjadikan bangsa ini terancam. Nah, warning kewaspadaan dari Prabowo ini harus dicatat dan dijawab dengan yakin dan mantap,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (22/3/2018).

Fahri berujar, jika pemerintah panik menanggapi pernyataan Prabowo tersebut, tidak menutup kemungkinan pemerintah saat ini memang tidak sanggup menjalankan pembangunan nasional dari berbagai bidang.

“Kalau tidak yakin dan tidak mantap malah gusar, jangan-jangan pemerintah sedang tidak sanggup menjalankan pemantapan dari situasi nasional kita. Soal ideologi, politik, ekonomi, kesejahteraan rakyat, yang hari ini makin tampak lemah,” ujarnya.

Pernyataan Prabowo, tambah Fahri, ada benarnya. Hal itu bisa dilihat dari Suriah yang tengah dilanda konfilk berkepanjangan. Selain itu menurutnya, Libya, Mesir dan beberapa negara di Timur Tengah masih kacau.

“Masuk akal. Kalau kita ini memberi warning kepada bangsa kita, bahwa ada orang yang ingin menggangu kita ya itu mari kita bersatu. Maka saran ke pemerintah, bangun persatuan, jangan kita saling meragukan.” ujar dia.

Ia menyebutkan, Indonesia harus punya sistem kewaspadaan terhadap ancaman dari dalam ataupun dari luar yang tidak menginginkan Indonesia punya masa depan. Misalnya, kampanye Saya Pancasila, Saya Indonesia. Hal ini seolah-olah Indonesia ini sedang tidak stabil. 

Selain itu, kata dia, ada persoalan lain yang mengancam, yakni adu domba dalam politik, tergerusnya kesejahteraan rakyat, konsentrasi penguasaan sumber daya, kapitalisasi faktor produksi oleh segelintir orang.

“Justru kalau ada ancaman ini harus menjadi dasar untuk bersatu, jangan malah kampanye ideologi di dalam, seolah kita tidak bersatu. Saya kira ini warning dan harus diterima secara positif,” tandas Fahri.

 

Editor: Taufiqurrohman


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)