Home » Peristiwa » Nasional

Fahri Duga Setya Novanto 'Digoreng' KPK

print this page Senin, 13/11/2017 | 14:05

Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah (kiri). FOTO: RILIS.ID/Zul Sikumbang

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan, pembongkaran kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), lebih mengarah ke unsur politik, bukan hukum. Alasannya, bisa dilihat di balik penetapan tersangka Setya Novanto oleh lembaga antirasuah itu untuk kedua kalinya dalam kasus yang sama.

"Kasus ini sudah mengarah ke kasus politik, ya," ungkapnya di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (13/10/2017).

Fahri menduga, mekanisme di balik unsur politik itu, barangakali ada kesepakatan  KPK dengan oknum kelompok tertentu terkait pengamanan untuk Pemilu serentak 2019 mendatang. Namun, Fahri tidak menyebut secara spesifik terkait siapa pihak yang dimaksudkannya sebagai anasir yang mengendalikan KPK tersebut.

"Dan makin di ujung saya lihat kasus ini lebih mengarah kepada perebutan tiket 2019. Ini adalah perebutan 14,3 persen suara Golkar. Itu yang menonjol. Jadi KPK ini dalam deal besar dia untuk merebut tiket Golkar," tegas Fahri.

Bahkan, Fahri menuding seberanya yang terlibat dalam kasus dugaan korupsi tersebut ialah pimpinan lembaga antirasuah.

"Dan jangan lupa di dalamnya juga ada keterlibatan Pimpinan KPK yang saya sudah sebut berkali-kali dia terlibat dalam kasus ini sebagai kepala LKPP (Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah). Dia terlibat," pungkasnya.

Penulis Tio Pirnando
Editor Yayat R Cipasang

Tags:

setya novantokpkpemilu 2019golkarpartai golkar

loading...