logo rilis

Fahira Sebut Miras Oplosan Bak Wabah yang Siap Merenggut Nyawa
Kontributor

11 April 2018, 16:45 WIB
Fahira Sebut Miras Oplosan Bak Wabah yang Siap Merenggut Nyawa
Miras, Alkohol, Minuman Keras. Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Komite III DPD RI, Fahira Idris, merasa prihatin atas kasus korban jiwa akibat minuman keras jenis oplosan di Jakarta akhir-akhir ini.

Ia mengatakan, seperti wabah yang menyebar, miras oplosan dalam seminggu belakangan ini sudah merenggut 80 lebih nyawa di daerah Jakarta dan Jawa Barat.

Selain karena Indonesia belum punya undang-undang terkait miras, maraknya miras oplosan di tengah masyarakat dikarenakan bahan baku utama miras oplosan sangat mudah didapat.

“Sudah undang-undang miras tidak ada, penegakan hukum lemah, ditambah lagi bahan baku utama miras oplosan yaitu etanol dan metanol dijual bebas bak kacang goreng, lengkaplah sudah semuanya. Selama akar persoalan ini tidak kita sentuh, kejadian seperti ini akan terus terulang,” kata Fahira di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, (11/4/2018).

Ia berujar, mudahnya mendapat etanol dan metanol ini membuat siapa saja bisa meracik atau memproduksi miras oplosan dalam jumlah yang besar. Jika ingin serius memberantas miras oplosan, lanjut Fahira, pemerintah harus mulai melakukan pengawasan ketat penjualan etanol dan metanol.

Hal tersebut, untuk memastikan kedua zat ini memang diperuntukkan sesuai kegunaan dan hanya dibeli oleh pihak-pihak tertentu, yang sudah jelas antara lain industri atau lembaga penelitian.

“Membuat miras oplosan itu sangat mudah. Tinggal beli etanol atau metanol kemudian diracik atau dioplos dengan bahan lain mulai dari sirup sampai minuman energi, dikemas kemudian dijual,” ujar dia.

Menurutnya, jika pengawasan ini mampu dilakukan, maka tidak ada ruang bagi siapa saja untuk membuat miras oplosan, karena bahan bakunya tidak bisa sembarangan dibeli.

“Jadi walau produsen dan pengedarnya ditangkap, tidak akan menyelesaikan persoalan karena bahan bakunya begitu mudah didapat,” jelas Senator Jakarta ini.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)