logo rilis
Fahira Minta Kepolisian Usut Tewasnya Anak di Pembagian Sembako Monas
Kontributor
Elvi R
02 Mei 2018, 14:56 WIB
Fahira Minta Kepolisian Usut Tewasnya Anak di Pembagian Sembako Monas
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Komite III DPD RI yang membidangi persoalan perlindungan anak Fahira Idris menegaskan, hilangnya nyawa dua orang anak yang diduga terjadi saat acara pembagian sembako tidak bisa dianggap peristiwa atau kecelakaan biasa. Oleh karena itu, aparat penegak hukum diminta kasus ini diprioritaskan oleh kepolisian untuk segera diusut.

“Yang hilang itu nyawa, bukan barang atau kendaraan, jadi tidak boleh dianggap peristiwa biasa. Saya minta polisi jangan terlalu mudah menyimpulkan sebab meninggalnya dua anak ini sebelum melakukan pengusutan yang mendalam. Kasus ini harus diprioritaskan karena korbannya anak-anak yang diberi perlindungan khusus oleh undang-undang. Saya sendiri akan kawal kasus ini sampai keluarga korban mendapat keadilan,” tukas Fahira, di Jakarta (2/5/2018).

Menurut Senator Jakarta ini, berbagai dugaan pelanggaran yang dilakukan pihak panitia mulai dari mencatut nama Pemprov DKI Jakarta untuk menarik massa. Pelaksanaan kegiatan tidak sesuai dengan kesepakatan awal yaitu tidak ada pembagian sembako, terjadi penumpukan pengunjung yang tidak diantisipasi dengan baik. Sehingga, ketertiban dan kenyamanan pengunjung terabaikan. Pascaacara pun meninggalkan serakan sampah di sepanjang kawasan Monas. Seluruh peristiwa bisa dijadikan pintu masuk untuk mengusut meninggal dua anak warga Pademangan Barat, Jakarta Utara ini.

“Dugaan pelanggaran dan kelalaian ini kan harusnya bisa menjadi pintu masuk untuk mengusut meninggalnya dua anak ini. Jangan langsung menyimpulkan meninggalnya dua anak ini tidak ada hubungannya dengan pembagian sembako. Jika nanti dalam pengusutan ditemukan ada unsur kesalahannya atau kelalaian yang mengakibatkan dua anak ini meninggal, harus ada yang bertanggung jawab di mata hukum. Kasus ini sudah jadi perhatian publik, jadi mohon diusut dengan proporsional,” kata Ketua Umum Ormas Kebangkitan Jawara dan Pengacara (Bang Japar) ini.

Sebagai informasi, sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno menyebutkan dua orang anak berinisial MJ (12) dan MR (10) meninggal dunia karena ikut dalam antrian bagi-bagi sembako yang digelar oleh Forum Untukmu Indonesia pada Sabtu (28/4) lalu.

Pembagian sembako yang berlangsung di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (28/4), meninggalkan berbagai persoalan dan duka mendalam. Selain dinilai banyak melakukan pelanggaran, ternyata terdapat dua anak yang meninggal dunia diduga diakibatkan acara pembagian sembako tersebut.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)