logo rilis
Fadli Zon Sebut Rekomendasi 200 Penceramah Islam Sebuah Kekonyolan
Kontributor
Zul Sikumbang
21 Mei 2018, 12:12 WIB
Fadli Zon Sebut Rekomendasi 200 Penceramah Islam Sebuah Kekonyolan
Wakil Ketua DPR Fadli Zon dalam diskusi #RilisCorner di kantor redaksi rilisi.id, Jalan Pejaten Raya, Kamis (1/3/2018).

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon menyebut, Menteri Agama Lukman Hakim melakukan langkah konyol, karena merilis 200 mubalig atau peceramah Islam.

“Ya saya kira itu satu hal yang konyol yang dikeluarkan oleh Kemenag. Jadi sebaiknya itu dicabut lah. Itu kekonyolan yang tidak perlu,” kata Fadli Zon di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Dia menyebutkan, rekomendasi mubaligh tidak ada urgensinya dan menimbulkan masalah baru. 

“Kenapa sih suka banget sama masalah baru? Sudah jelas ada ingin ketenangan, tiba-tiba membuat satu klasifikasi ulama 200 orang itu, pendakwah, yang dianggap mungkin sesuai dengan jalan pemerintah atau tidak sih,” kata Fadli.

Kata Fadli, apa yang dilakukan Kemenag bisa membuat perpecahan. Orang menjadi salah sangka. Mungkin kalau istilah dulu itu ada ulama plat merah, ada yang bukan gitu. 

“Walaupun saya tahu diantara 200 itu juga banyak yang memang bagus. Tetapi luar itu juga banyak yang bagus-bagus seperti Ustad Abdul Somad yang telah mendapat tempat di hati rakyat tapi tidak masuk dalam list. Mungkin karena dia pernah kritis,” kata Fadli.

Sebelumnya diwartakan, Kemenag merekomendasikan 200 nama penceramah atau mubalig. Nama-nama ini sudah sesuai masukan para ulama hingga kiai. Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan, pihaknya meminta informasi dari sejumlah ormas Islam, masjid besar, tokoh-tokoh ulama kiai pemuka agama.

Kendati demikian, jumlah 200 nama ini tentu belum final. Menurut Lukman, masih ada nama-nama lain yang direkomendasikan sebagai penceramah. “Tentu ini nanti akan secara bertahap akan ada susulan, bukan berarti yang tidak termasuk daftar 200 itu bukan penceramah moderat. Tapi yang jelas yang 200 itu sudah benar-benar atas rekomendasi dari sejumlah kalangan,” jelas Lukman. 

Editor: Elvi R


500
komentar (0)