logo rilis
Fadli Zon Sebut Angka 'Real Count' KPU Statis hingga Kiamat
Kontributor
Nailin In Saroh
24 April 2019, 21:30 WIB
Fadli Zon Sebut Angka 'Real Count' KPU Statis hingga Kiamat
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon mengaku masih kurang percaya dengan sistem penghitungan KPU. Apalagi, sejak penghitungan suara Pilpres 2019 dimulai, aplikasi Sistem Informasi Penghitungan Suara atau Situng KPU konsisten menempatkan paslon petahana Jokowi-Ma'ruf Amin di angka 54-55 persen. Sedangkan paslon penantang Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak pernah lebih dari angka 45 persen.

Angka ini sama persis dengan yang dirilis oleh sejumlah lembaga survei dalam Quick count yang ditampilkan ditelevisi sejak hari H Pilpres digelar pada 17 April 2019 lalu.

"Ya ini kan seperti algoritma aja. Kalau kita mau pasang 90 lawan 10 juga bisa. Ya kalau kita ada algoritma pasang aja 90-10 gitu bisa. Mau sampe kiamat juga itu aja hasilnya," ujar Fadli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/4/2019).

Dari hasil per tanggal 24 April 2019 pukul 07.00 WIB, paslon nomor 01, masih unggul dengan 22.866.741 suara atau 55,41 persen. Sementara pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendapat 18.402.529 suara atau 44,59 persen.

Karenanya, Fadli tetap meragukan sistem penghitungan KPU. Dimana seharusnya, kata dia, hasil pilpres diumumkan manual berjenjang. Ditambah, masifnya kabar salah hitung oleh KPU meski sudah diklarifikasi akibat 'salah input data'.

"Undang-undang mengatakan yang dipake adalah sistem manual juga situng itu tidak dipake. Apalagi situngnya kaya begitu. Udah jelas-jelas salah dan kesalahannya cukup fatal banyak kok. Input datanya salah rumusnya bisa salah jadi kalau mau kita bikin 90 lawan 10 juga bisa, gampang itu. Saya kira anak mahasiswa juga bisa mengerjakan itu," sindir Fadli.

Editor: Elvi R




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID