logo rilis

Fadli Zon Bongkar Pertemuan Prabowo dan Luhut
Kontributor
Nailin In Saroh
09 April 2018, 12:07 WIB
Fadli Zon Bongkar Pertemuan Prabowo dan Luhut
Fadli Zon Hadir Dalam Rilis Corner. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon, membeberkan hasil pembahasan pertemuan Prabowo Subianto dan Luhut Binsar Pandjaitan di sebuah restoran salah satu hotel bintang lima di Jakarta, Jumat (6/4/2018) kemarin.

Menurutnya, pertemuan itu biasa dilakukan karena Prabowo menjalin komunikasi yang baik dengan semua pihak. Semula, Fadli mengatakan, pertemuan tersebut membahas soal Kelapa Sawit.

"Masalah yang dihadapi oleh pemerintah soal Kelapa Sawit ya, Uni Eropa untuk melarang Sawit kita yang merupakan bagian dari politik dagang mereka juga. Dan Pak Prabowo juga punya networking di Eropa untuk mendukung melalui orang-orang simpatisan kita yang pro Indonesia di Eropa supaya bisa memberikan suatu dukungan pada Sawit kita," papar Fadli di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (9/4/2018).

Fadli sempat membantah, Luhut mempertanyakan kesiapan Prabowo untuk maju pada Pilpres 2019, serta Indonesia bubar di 2030. Ia menegaskan, pembicaraan lebih banyak soal Kelapa Sawit.

"Engga itu, yang soal Sawit itu saya dengar langsung dari Pak Prabowo," terangnya.

Namun, Fadli mengakui sebelum pertemuan tersebut Luhut pernah menanyakan Prabowo soal kesiapannya maju sebagai capres 2019 nanti.

"Kalau soal pilpres memang beberapa waktu lalu menanyakan Pak Luhut, dan Pak Prabowo menjawab siap. Saya kira jawabannya Pak Luhut juga sepeti yang disampaikan, mendukung aja sebagai kolega," jelasnya. 

Lalu soal 2030, lanjut Fadli, juga wajar dibahas lantaran kedua purnawirawan jenderal itu merupakan bekas militer.

"Mereka sama-sama tentara tentu bisa mengerti yang namaya geopolitik, geostrategi ke depan. Jadi, apa yang disampaikan Pak Prabowo itu meskipun mengambil dari fiksi 'Ghost Fleet' ya tetap yang non-fiksi juga sebenarnya banyak, cuma enggak kita sebutkan aja dari mana," bebernya.

Fadli menepis kabar dalam pertemuan itu Luhut mengajak Gerindra berkoalisi. 

"Enggak ada. saya kira tahu kok posisi Gerindra seperti apa, enggak mungkin kita dalam posisi berkoalisi. Kenapa enggak dari dulu berkoalisi kalau mau, kita kan mau mengusung platform yang berbeda. Jadi formula yang berbeda dari pemerintah sekarang yang membuat sulit masyarakat dari sisi ekonomi," tandas Wakil Ketua DPR itu.

Sebelumnya, pertemuan Luhut dan Prabowo terjadi pada Jumat (6/4), di restoran salah satu hotel bintang lima di Jakarta. Saat disinggung apa yang dibahas keduanya, Jokowi mengaku dirinya tidak tahu isi pertemuan tersebut.

"Jadi tiap hari ketemu mereka, tiap minggu pasti ketemu, ya ketemu ngomongnya apa, ya tanya ke Pak Luhut," ujar dia.

Jokowi juga tidak menjawab apakah ia menitipkan pesan khusus ke Prabowo melalui Luhut.

"Ya tiap hari ketemu," jawab Presiden saat ditanya wartawan mengenai hal yang dipesankan melalui Luhut.

Editor: Sukma Alam


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)