logo rilis

Erdogan Tegaskan Gerakan Perlawanan Palestina Bukan Teror
Kontributor
Syahrain F.
16 Mei 2018, 11:24 WIB
Erdogan Tegaskan Gerakan Perlawanan Palestina Bukan Teror
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan pidato dalam pertemuannya dengan para mahasiswa penerima beasiswa di London, Inggris, Senin (14/5/2018). Credit: Anadolu Agency/Murat Kula

RILIS.ID, Ankara— Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengirim pesan untuk Perdana Menteri Israel Benyamin Netanyahu.

Erdogan menegaskan bahwa kelompok perlawanan Hamas bukanlah organisasi teroris.

“Ingat Netanyahu, Hamas bukan organisasi teroris dan orang-orang Palestina bukan teroris. Ini adalah gerakan perlawanan yang membela tanah air melawan kekuatan penjajah,” tulis Erdogan di akun Twitter resminya, kemarin (16/5/2018).

"Dunia berdiri dalam solidaritas dengan rakyat Palestina melawan penindas mereka," tambahnya.

Menurut Kementerian Kesehatan Palestina, 62 demonstran Palestina telah gugur ditembak tentara Israel--menjadi salah satu pembantaian satu hari paling mematikan dalam sejarah negara itu.

Erdogan mengatakan, tangan PM Israel berlumur darah menyusul pembunuhan tanpa pandang bulu oleh pasukan Israel di Jalur Gaza yang terkepung. Menurutnya, bangsa Yahudi yang mendiami wilayah Israel telah menjauh dari ajaran agamanya.

"Netanyahu adalah Perdana Menteri negara apartheid yang telah menduduki tanah penduduk yang tidak berdaya selama lebih dari 60 tahun yang melanggar resolusi PBB," kata Erdogan, melansir kantor berita Timur Tengah Anadolu Agency.

“Ingin pelajaran tentang kemanusiaan? Baca 10 Perintah Tuhan,” tambah dia.

Ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan timur Jalur Gaza sejak Senin pagi untuk memperingati Hari Nakba atau hari di mana Israel melegalkan penjajahannya di tanah Palestina pada 14 May 1948.

Mereka juga memprote pembukaan Kedutaan Besar AS di Yerusalem.

Sejak demonstrasi di jalur Gaza dimulai pada 30 Maret, lebih dari 100 demonstran Palestina meninggal dunia akibat tindakan brutal tentara Zionis, menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Pekan lalu, pemerintah Israel mengatakan, protes yang sedang berlangsung merupakan ‘keadaan perang’ di mana hukum humaniter internasional tidak berlaku.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)