logo rilis
Erdogan: Situasi di Yerusalem seperti Sebelum Perang Dunia II
Kontributor
Syahrain F.
15 Mei 2018, 08:41 WIB
Erdogan: Situasi di Yerusalem seperti Sebelum Perang Dunia II
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memaparkan kebijakan Turki di Timur Tengah di Chatham House, London, Senin (14/5/2018). FOTO: Dok. Chatham House/Twitter

RILIS.ID, London— Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menegaskan, Amerika Serikat (AS) telah benar-benar kehilangan legitimasi dan peran sebagai mediator perdamaian di Timur Tengah dengan diresmikannya Kedubes AS di Yerusalem.

"Kami sekali lagi menolak keputusan yang telah melanggar hukum internasional dan bertentangan dengan keputusan PBB," ucap Erdogan dalam pidatonya di Chatham House, London, Senin (14/5/2018).

Diresmikannya pemindahan Kedubes AS dari Tel Aviv ke Yerusalem menurutnya semakin menjadikan kawasan Timur Tengah tiada henti dari gejolak dan ambang peperangan.

"Kita selalu merasa seperti berada pada era gelap sebelum meletusnya Perang Dunia II," ujarnya, melansir Middle East Monitor.

Kemarin, rakyat Palestina menggelar aksi besar-besaran dalam rangka memperingati "Hari Nakba" atau yang mereka sebut sebagai "Malapetaka".

Pada 15 Mei 1948, 70 tahun lalu, Zionis meresmikan penjajahan di atas tanah Palestina.

Menurut laporan terakhir Al Jazeera, 58 rakyat Palestina dinyatakan meninggal dunia dan 2.700 lainnya menderita luka-luka akibat rentetan tembakan peluru tajam tentara Zionis.

"Teroris baik atau teroris jahat. Teroris anda jahat dan teroris kami baik," sitir Erdogan.

Mengenai pelabelan "teroris baik" atau "teroris buruk" yang disinggung Erdogan, menurutnya hanya soal sikap politik. Jika bertentangan maka akan diperangi, sementara yang berafiliasi akan disokong penuh.

"Tidak dapat berkata apa-apa setelah melihat lebih dari 50 orang terbunuh oleh penembak jitu yang sengaja membidik rakyat Palestina. Mereka hanya ingin kembali ke kampung halamannya," ujarnya.


500
komentar (0)