logo rilis

Era Pertarungan Ideologi, Akademisi Sebut Jokowi lah Kuncinya
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
17 Mei 2018, 10:20 WIB
Era Pertarungan Ideologi, Akademisi Sebut Jokowi lah Kuncinya
Presiden Jokowi bersama Ketum MUI, KH Ma'ruf Amin dan Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso. FOTO: Istimewa.

RILIS.ID, Kupang— Akademisi dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Ahmad Atang menilai, Presiden Joko Widodo sebaiknya mengambil pendamping calon wakil Presiden yang berlatar belakang orang hukum. Sebab, tantangan ke depan, bukan cuma soal perekonomian saja, tapi juga penegakan hukum.

"Akan terjadi banyak benturan kepentingan yang bersentuhan dengan relasi antara rakyat dan negara," kata dia di Kupang pada Kamis (17/5/2018).

Gerakan masyarakat akan menguat dengan kebebasan sipil, karena liberisasi demokrasi, dan adanya petarungan antara politik aliran versus nasionalis, katanya. Bahkan, gerakan radikalisme, menurut dia, akan berubah wajah sebagai gerakan politik.

Dalam kondisi seperti ini, Jokowi membutuhkan sokongan dari aspek hukum dalam pengambilan keputusan. Namun, kata dia, resikonya terlalu besar kalau Jokowi mempertimbangkan peluang tokoh Kristen sebagai pendampingnya nanti.

"Di tengah mind set publik yang masih berbasis pluralisme seperti ini, maka cara pandang multikulturalistik seperti yang dilakukannya selama di Solo dan DKI dalam pilpres mendatang riskan bagi Jokowi," katanya.

Menurut dia, saat ini Jokowi sedang berupaya berdamai dengan kelompok sektarianisme, maka tentunya politik pluralisme yang digunakan untuk menjinakan komunitas tersebut. "Jadi bagi saya, Pilpres 2019 bukan hanya soal siapa menang dan siapa kalah, tapi ini pertarungan ideologi," katanya.

"Karena itu, maka Jokowi harus menang agar ideologi aliran tidak semena-mena di negeri ini, karena hanya dengan politik, mereka bisa dikalahkan," kata mantan Pembantu Rektor I UMK itu

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)