logo rilis
Entaskan Kemiskinan, Menteri Amran Ajak Purbalingga Berkolaborasi
Kontributor
Fatah H Sidik
08 Mei 2018, 13:10 WIB
Entaskan Kemiskinan, Menteri Amran Ajak Purbalingga Berkolaborasi
Mentan Amran Sulaiman (pegang mic) diampingi Bupati Purbalingga Tasdi (kedua kanan), dan Anggota Komisi IV DPR Darori Wonodipuro (kanan) sela peluncuran Program Bekerja di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (8/5/2018). FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

RILIS.ID, Purbalingga— Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman, meluncurkan Program Bedah Kemiskinan Rakyat Bekerja (Bekerja) di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, Purbalingga, Jawa Tengah, Selasa (8/5/2018). Purbalingga menjadi lokasi ketiga setelah Cianjur dan Magetan.

Menteri Amran, menilai, upaya Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga untuk mengentaskan kemiskinan di wilayahnya. Namun, perlu upaya lanjutan untuk memastikan angka kemiskinan berkurang.

"Bangun rumah sudah bagus. Sekarang kelanjutannya, ekonomi berkelanjutan," ujarnya sela acara. Ekonomi berkelanjutan, tambahnya, dilakukan melalui kolaborasi dengan Program Bekerja Kementan.

Program Bekerja merupakan upaya Kementan mengentaskan kemiskinan di Tanah Air berbasis pertanian dengan tiga tahapan, jangka pendek, menengah, dan panjang. Secara keseluruhan, kebijakan ini akan digelar di 1.000 desa di 100 kabupaten se-Indonesia.

Tiap rumah tangga prasejahtera menerima bantuan 50 ekor ayam, dua ekor kambing/domba, dan 20 ekor kelinci. Bantuan ternak ayam dilengkapi kandang dan pakan selama enam bulan. Ada juga bantuan berupa bibit komoditas hortikultura dan perkebunan.

Menteri Amran menerangkan, masyarakat prasejahtera pendapatannya sekitar Rp1,4 juta per bulan. Diyakininya bertambah Rp2,5 juta per bulan, bila hewan ternak yang diberikan dikelola dengan baik.

Ayam mampu bertelur saat berusia enam bulan dan berproduksi hingga umur dua tahun. "Yang penting jangan dipotong," saran peraih gelar doktor dari Universitas Hasanuddin itu. Untuk memastikan ayam berkembang baik, ada bantuan pakan enam bulan dan pendamping.

Selain bernilai ekonomi, lanjut Menteri Amran, bantuan ayam juga dapat membantu peningkatan gizi masyarakat prasejahtera. Sebanyak 10 dari 45 desa tertinggal di Purbalingga mengalami stunting.

Sebanyak 11.519 rumah tangga di Purbalingga masuk kategori prasejahtera. Mereka tersebar di Kecamatan Mrebet, Kaligondang, Kutasari, dan Rembang. 

Kementan turut memberikan bantuan tanaman tahunan, seperti buah-buahan. Menteri Amran berharap, masyarakat membangun kluster tiap 3-5 kecamatan.

Tiap kluster menanam satu jenis tanaman. Dengan begitu, mendorong kehadiran industri. "Jadi, kita ingin membangun skala ekonomi," jelas pembantu Presiden asal Bone ini.

Skala ekonomi menjadi tujuan utama Program Bekerja. Pasalnya, kemiskinan bakal berkurang saat ekonomi bergerak. "Begitu tinggalkan kemiskinan, kemiskinan tidak terjadi lagi karena terbiasa menghasilkan," pungkas Menteri Amran.

Sebagai informasi, data Badan Pusat Statistik (BPS) menyebutkan, penduduk miskin pada September 2017 sebesar 26,58 juta orang (10,12 persen) atau menurun dibanding September 2014 sebanyak 27,73 juta orang (10,96 persen). Dari 26,58 juta orang, 16,31 juta penduduk miskin (13,47 persen) ada di pedesaan. 

Selain Purbalingga, Kementan juga menyasar Banyumas dan Brebes sebagai lokasi Program Bekerja di Jateng. Total sasaran penerima 48.915 kepala keluarga rumah tangga miskin di 176 desa di 12 kecamatan di tiga kabupaten.

Berikut perincian bantuan Kementan di Purbalingga:
1. 1.000 bibit cabai
2. 280 saset benih aneka sayuran
3. 1.000 bibit pohon pisang
4. 100 bibit pohon durian
5. pengendali organisme pengganggu tanaman (OPT) berupa 80 kilogram trichoderma, 100 liter PGPR, dan satu buah hand sparayer
6. pekarangan pangan berkelanjutan (PPB) senilai Rp250 juta
7. 475 ribu ekor ayam
8. 20 ekor kambing
9. 20 kandang ayam

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)