logo rilis
Entas Pengangguran, Bupati Batang Kembangkan Potensi Wisata
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
07 Mei 2018, 08:51 WIB
Entas Pengangguran, Bupati Batang Kembangkan Potensi Wisata
Bupati Batang, Wihaji bersama Wakil Bupati Batang, Suyono, serta Ketua Dekranasda, Uni Kuslantasi Wihaji, meninjau beberapa produk ekonomi kreatif di Gedung Dekranasda, Kabupaten Batang, Senin (23/4). FOTO: HUMAS Pemkab Batang.

RILIS.ID, Batang— Bupati Batang, Jawa Tengah, Wihaji, mengembangkan potensi pariwisata di Batang. Menurut dia, potensi wisata yang ada di Kabupaten Batang bisa menjadi solusi dalam mengatasi pengangguran, bila terus dikembangkan dengan baik. 

Menurutnya, Kabupaten Batang memiliki kekuatan pada alamnya dan didukung pula oleh keberadaan jalur Pantura yang menjadi pelintasan menuju beberapa provinsi serta kota. Sehingga dia meyakini, sektor pariwisata dapat menjadi sumber pendapatan asli daerahnya.

“Dari riset yang pernah saya baca, di beberapa daerah pendapatan dari pariwisata dapat mengalahkan minyak dan gas. Tim ahli saya juga pernah mendampingi di satu daerah penghasil mineral yang sekarang penghasilannya kalah dari penghasilan sektor pariwisatanya," kata Wihaji melalui siaran pers yang diterima rilis.id di Jakarta, Minggu malam (6/5/2018). 

Dengan pariwisata, imbuh Wihaji, masyarakat yang tidak sekolah, bisa dididik dan dilatih sehingga bisa diberdayakan. Dengan begitu, lanjutnya, masyarakat memiliki keterampilan salah satunya dalam memberikan pelayanan kepada para wisatawan yang berkunjung di daerahnya. 

"Jadi, permasalahan pendidikan pun akhirnya bisa teratasi,” ujar Wihaji.

Dia mencontohkan, daerah Sikembang yang sekarang dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata yang menciptakan lapangan kerja bagi para pemudanya. Hutan pinus bekas area sadapan getah sebelumnya tidak terawat sekarang menjadi area outbound, camping ground, serta destinasi wisata yang instragramable. 

"Pada semester pertama sejak beroperasi di 2017, Sikembang dikunjungi 104.000 wisatawan," jelasnya

Kreativitas dan keberhasilan pemberdayaan masyarakat Kabupaten Batang di beberapa destinasi wisata, membuat Wihaji belum gencar mencari investor untuk objek wisata. Pasalnya, pihaknya masih ingin fokus dalam memberdayakan masyarakat di kabupatennya terlebih dahulu. 

"Kalau sudah siap, baru investor masuk untuk memberikan percontohan pengelolaan destinasi. Ini saya lakukan karena saya tidak mau masyarakat Batang hanya jadi penonton saja," tegas dia. 

Adapun untuk infrastruktur penunjang sendiri, Batang akan membangun superblok yang dilengkapi fasilitas hotel berbintang, mal, serta pusat hiburan pada 2019. Pembangunan itu dibantu investor dari Timur Tengah. 

Diketahui, Kabupaten Batang terletak di jalur Pantura, 84 km sebelah barat Kota Semarang. Terbagi atas 15 kecamatan, 235 Desa, dan 9 Kelurahan. Kondisi wilayah Kabupaten Batang merupakan kombinasi antara daerah pantai, dataran rendah, dan pegunungan. Kondisi alam ini membuat Kabupaten Batang memiliki potensi untuk pengembangan agroindustri, agrowisata, dan agrobisnis.

Editor: Sukardjito


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)