logo rilis

Enggan Serahkan Aset Partai ke Pihak OSO, Ini Alasan Hanura Kubu Daryatmo
Kontributor
Zulyahmin
06 Agustus 2019, 16:30 WIB
Enggan Serahkan Aset Partai ke Pihak OSO, Ini Alasan Hanura Kubu Daryatmo
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) kepemimpinan Daryatmo dan Sarifuddin Sudding menyatakan tidak bersedia menyerahkan aset-aset partai kepada kubu Oesman Sapta Odang (OSO).

Pasalnya, kubu Daryatmo menganggap bahwa putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 194K/TUN/2019 tidak memiliki kekuatan hukum sita eksekutorial apapun terhadap aset-aset Partai Hanura.

Kubu Daryatmo melalu keterangan tertulisnya, Selasa (6/8/2019), berpandangan bahwa proses hukum di pengadilan mengenai dualisme kepemimpinan di Hanura pada saat ini belum tuntas.

Pasalnya, saat ini masih berlangsung sidang perkara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan register perkara nomor: 744/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Sel antara pihaknya dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia serta Kubu OSO sebagai pihak tergugat intervensi.

Selain itu kubu Daryatmo juga menyatakan bahwa berdasarkan pakta integritas yang ditandatangani OSO, apabila Hanura gagal di Pemilu 2019, maka yang bersangkutan bersedia mengundurkan diri sebagai ketua umum.

Kubu Daryatmo melalui kuasa hukumnya, Adi Warman, menilai, dengan telah ditetapkannya hasil penghitungan suara Pemilu 2019 oleh KPU RI pada 21 Mei 2019 lalu, maka kubu OSO tidak berhak menggunakan atau mengatasnamakan sebagai Ketua Umum DPP Partai Hanura dengan berbagai alasan hukum. 

Adi Warman mengajak kepada para kader Hanura untuk tetap optimistis dengan terus melakukan konsolidasi.

"Karena perjuangan belum berakhir dan senantiasa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk kesehatan kita semua serta berdoa dengan sungguh-sungguh bahwa kebenaran akan menang," kata Adi Warman.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID