Home » Inspirasi » Riwayat

Emmy Saelan, Pejuang Perempuan dari Makassar

print this page Selasa, 17/10/2017 | 18:06

KUBURAN seadanya itu digali kembali. Keluarganya masih bisa mengenali jenazah gadis yang terkubur itu dari konde dan giginya yang cacat. Kemeja dan celana panjangnya yang lusuh tercabik masih bisa dikenali. Gadis itu memang dikenal suka berpakaian seperti laki-laki ketika bergerilya. Kepergian gadis itu sungguh memukul penghuni rumah di Jalan Ali Malaka 20 (dulu bernama Tweede Zeestraat) Makassar. 

Gadis itu, yang dikubur di situ, bernama Emmy Saelan, pejuang wanita Sulawesi Selatan, putri tokoh perjuangan Amin Saelan. Wanita yang lahir di Makassar pada 15 Oktober 1924 ini, sejak duduk sebagai siswi di SMP Nasional, sudah berjuang melawan ketidakadilan. Sekolah yang didirikan tokoh nasional tahun 1945 itu memang dikenal sebagai sekolah yang melahirkan banyak pejuang. Di zaman Jepang, ia bekerja sebagai perawat di Rumah Sakit Katolik “Stella Maris” Makassar. 

Pada 5 April 1946, Gubernur Sulawesi Sam Ratulangie beserta enam stafnya yang anggota PNI ditangkap Belanda. Emmy Saelan termasuk di antara para perawat yang melakukan pemogokan sebagai protes atas penangkapan gubernurnya.

Belanda lalu mengirimkan pasukan yang terkenal sangat bengis pimpinan Westerling. Pada 23 Januari 1947 malam, Emmy, yang salah seorang adiknya kemudian dikenal sebagai kiper tim nasional PSSI, Maulwi Saelan, memimpin pasukan bertempur, di Kasi-kasi dekat Makassar. Pasukan Emmy terpojok, anak buahnya tertembak dan tewas. Yang tertinggal hanya Emmy sendiri, dan Belanda memintanya untuk menyerah. Tetapi bukannya menyerah, Emmy malah melemparkan granat, senjata satu-satunya yang dimilikinya. Granat itu menewaskan 9 orang: 8 tentara Belanda, dan dirinya sendiri.

Jenazahnya kemudian dikuburkan oleh Belanda saat itu juga langsung di lokasi kejadian. Sesudah situasi pulih, jenazah itu digali kembali dan dipindahkan ke Taman Makam Pahlawan Panaikang. Di sana, dia dimakamkan secara layak dengan penghormatan besar.
Untuk mengenang kepahlawanannya, jalan yang kerap dilalui Emmy ketika bergerilya dinamakan Jalan Emmy Saelan. Letaknya tidak jauh dari rumah dinas Gubernur Sulawesi Selatan di Jalan Sam Ratulangi Makassar.

Pernah diusulkan untuk membangun patung Emmy. Namun usul itu ditolak keluarga, karena bertentangan dengan keyakinan agama yang dianut. Sebagai gantinya, di lokasi gugurnya Emmy, dibangun Monumen Emmy Saelan. Monumen ini terletak di Kota Makassar di Jalan Toddopuli, bertuliskan “Monumen Maha Putera Emmy Saelan”.

Editor Ahmad Fathoni
Sumber Dari berbagai sumber

Tags:

Emmy SaelanRiwayat

loading...