logo rilis
Eliadi Hulu dan Ruben yang Gugat UU LLAJ Usul Frasa Siang Hari Diganti
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
25 Februari 2020, 10:00 WIB
Eliadi Hulu dan Ruben yang Gugat UU LLAJ Usul Frasa Siang Hari Diganti
FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Dua mahasiswa Universitas Kristen Indonesia (UKI) yang menggugat UU Nomor 2 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ), Eliadi Hulu dan Ruben Saputra Hasiholan Nababan menyoroti soal frasa.

Kedua mengusulkan agar frasa siang hari yang ada dalam UU tersebut diubah menjadi sepanjang hari, untuk kepastian hukum.

Pemohon yakni Eliadi Hulu yang merupakan mahasiswa asli Nias, Sumatera Utara, dan Ruben Saputra Hasiholan Nababan mengatakan bahwa tidak terdapat keseragaman pemahaman waktu siang hari di Indonesia.

Hal itu disampaikannya dalam sidang perbaikan permohonan, di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (25/2/2020). 

Selain itu, pembagian waktu pagi, siang, sore serta malam pun tidak seragam, sehingga frasa siang hari dalam UU LLAJ disebutnya menimbulkan ketidakpastian hukum.

"Lalu mengapa tidak dirumuskan dengan menggunakan frasa sepanjang hari, sehingga frasa tersebut lebih mengandung kepastian hukum," kata Ruben. 

Ia mencontohkan, Presiden Joko Widodo tidak menyalakan lampu pada saat mengendarai sepeda motor pada November 2018, karena waktu masih menunjukkan pukul 06.20 WIB yang tergolong pagi.

Menurut pemohon, hal itu menunjukkan Presiden Jokowi memiliki penalaran yang sama mengenai waktu pagi hari dan siang hari seperti pemohon.

Adapun pemohon mengajukan uji materi UU LLAJ setelah keduanya ditilang karena tidak menyalakan lampu utama sepeda motor pada Juli 2019 pukul 09.00 WIB.

Padahal UU LLAJ menyebut kewajiban menyalakan lampu kendaraan roda dua pada siang hari dan malam hari.

Sebelumnya, Eliadi Hulu dan Ruben Saputra Hasiholan Nababan melayangkan gugatan ke MK setelah Eliadi ditilang Polantas di Jalan DI Panjaitan, Jakarta Timu pada 8 Juli 2019 pukul 09.00 WIB. Eliadi dengan penumpang Ruben itu ditilang karena lampu sepeda motornya tidak menyala.

Eliadi sudah mempertanyakan mengapa ia wajib menyalakan lampu. Padahal menurutnya, bumi sudah terang terkena sinar matahari. Namun jawaban petugas tidak memuaskan.

Eliadi-Ruben lantas menggugat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan terhadap UUD 1945.

Dalam gugatannya itu, Eliadi-Ruben menyoal Jokowi yang melakukan hal serupa tapi tidak ditilang. Peristiwa yang dimaksud Eliadi yaitu kala Jokowi berkendara untuk menuju pasar di Jalan Sudirman, Kebun Nanas, Tangerang, Banten pada November 2018 pukul 06.20 WIB. Kala itu, ia sedang kampanye Pilpres, bukan dalam tugas negara.

Menurut Eliadi, dengan tidak ditilangnya Jokowi, maka telah melanggar asas kesamaan di mata hukum (equility before the law) yang terdapat dalam Pasal 27 UUD 1945. Tapi, Polri mempunyai alasan mengapa tidak menilang Jokowi yaitu Jokowi sebagai Presiden punya hak khusus. 

Sumber: Antara




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID