logo rilis

Elektabilitas Hanya 11 Persen, Golkar: Survei Cyrus Itu Data Statis
Kontributor
Nailin In Saroh
20 April 2018, 12:07 WIB
Elektabilitas Hanya 11 Persen, Golkar: Survei Cyrus Itu Data Statis
Misbakhun. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Berdasarkan hasil survei Cyrus Network, elektabilitas Partai Golkar hanya 11,5 persen. Jauh di bawah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang mencapai 26,9 persen.

Menyikapi hasil survei tersebut, Wakil Sekjen Partai Golkar M. Misbakhun menilai data yang disurvei tersebut bukan hasil akhir. Sebab, pergerakan suara di masyarakat masih bisa berubah bahkan berbalik menjelang pilkada dan pilpres nanti.

"Saya sampaikan bahwa hasil survei ini adalah data statis. Data dinamisnya adalah Pilkada 2018 nanti," ujar Misbakhun di Jakarta, Jumat (20/4/2018).

Lebih lanjut, Misbakhun mengatakan, tidak tepat jika kritikan-kritikan terhadap kepemimpinan Airlangga Hartarto sebagai ketua umum, yang dianggap belum bisa menaikkan elektabilitas partai. Pasalnya, Menteri Perindustrian itu baru menjadi ketua umum pada Desember 2017.

Namun Misbakhun menyebutkan, dengan empat bulan saja posisi Golkar sudah lebih baik. Sehingga pihaknya optimis, dalam satu dua tahun kedepan partai beringin dapat menunjukkan peningkatan elektabilitasnya.

"Semua kader memiliki kepercayaan yang tinggi bahwa Pak Airlangga mampu mengangkat elektabilitas Partai Golkar," tegasnya.

Keputusan partai yang mendukung Jokowi sebagai Presiden RI lagi periode 2019-2024, menurutnya, juga bisa menjadi poin tambahan bagi suara Golkar. Branding partai pasca kasus e-KTP yang menyeret Setya Novanto saat menjadi ketua umum, juga terus dilakukan.

"Apalagi Partai Golkar mempunyai dukungan yang kuat terhadap Pak Jokowi untuk menjadi presiden yang kedua kalinya. Ini rangkaian konkret untuk membangun basis massa Golkar di seluruh tanah air," paparnya.

Keyakinan lainnya, tambah Misbakhun, karena Golkar adalah partai tertua. Yang paling lengkap struktur partainya, hingga ke tingkat yang paling bawah sekalipun.

"Itu yang harus diingat," tutup Misbakhun.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)