logo rilis
Elektabilitas Anies Baswedan Jeblok karena Banjir?
Kontributor
Nailin In Saroh
23 Februari 2020, 21:59 WIB
Elektabilitas Anies Baswedan Jeblok karena Banjir?
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meninjau banjir. FOTO: RILIS.ID/Fajar Alim Mutaqin

RILIS.ID, Jakarta— Hasil survei nasional dan diskusi publik Politika Research Consulting menyatakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mendapatkan elektabilitas sebesar 7,8 persen pada hasil survei yang dilakukan pada rentang waktu 25 Januari 2020 sampai 10 Februari 2020.

Elektabilitas Anies Baswedan berada di posisi keempat jauh di belakang Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, yang berada di posisi pertama dengan 17.3 persen. Sementara, posisi kedua ditempati pengusaha, Sandiaga Uno, dengan 9.1 persen disusul Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, berada di posisi ketiga dengan 8.8 persen.

Menurut Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia (PPI) Adi Prayitno, elektabilitas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, sangat dipengaruhi terpaan bencana banjir di Jakarta sejak Januari 2020 lalu.

Merujuk hasil survei PPI sebelumnya, tidak pernah ada yang berhasil menjatuhkan Baswedan separah apa yang ditimbulkan banjir. Justru, semakin dia dirundung dan dikritik habis-habisan oleh lawan politiknya, semakin simpatik pula masyarakat pada inisiator Gerakan Indonesia Mengajar itu. 

"Tapi ketika ada banjir (pada) 1 Januari sampai sekarang datang ke Jakarta, tanpa di-bully pun Anies itu turun (elektabilitas) dengan sendirinya," kata Prayitno di Jakarta, Minggu (23/2/2020).

Menanggapi hal tersebut, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebagai partai pengusung di Pilkada lalu, pihaknya tetap santai dan mencoba melihat sisi positif dari jebloknya elektabilitas Anies Baswedan pascabanjir. 

Menurut juru bicara PKS, Indra, hasil survei versi Parameter Politik Indonesia itu menunjukkan harapan yang luas dari masyarakat Indonesia terhadap kinerja Anies Baswedan.

"Terlepas PKS ada calon lain atau tidak, ini menarik, berarti ada ekspektasi luas, karena benci itu kadang tipis antara benar-benar cinta atau, dan seterusnya," kata Indra dalam diskusi yang digelar di Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (23/2). 

Indra mencontohkan bahwa Anies Baswedan kerap disalahkan jika terjadi bencana banjir meski bukan terjadi di Jakarta. Ia menyatakan Anies turut disalahkan bila terjadi musibah banjir di kota lain.

"Sebenarnya berarti harapan publik begitu tinggi ke Anies Baswedan. Banjir Semarang Anies disalahkan, banjir ibu kota baru Anies juga disalahkan, ini artinya sinyal," katanya.  




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID