logo rilis

Eks Dirjen Hubla Jadi Justice Collaborator
Kontributor
Tari Oktaviani
17 Mei 2018, 12:22 WIB
Eks Dirjen Hubla Jadi Justice Collaborator
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Dirjen Perhubungan Laut (Hubla) Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Antonius Tonny Budiono, divonis lima tahun penjara oleh Hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Ia juga dikenakan denda sebesar Rp300 Juta subsider tiga bulan kurungan.

"Menyatakan Antonius Tonny Budiono terbukti bersalah melakukan korupsi berlanjut dan menjatuhkan pidana selama 5 tahun dan denda 300 juta bila tidak dibayar diganti kurungan 3 bulan," kata hakim Saifuddin Zuhri membacakan amar putusan, Jakarta, Kamis (17/5/2018).

Hakim menilai Antonius Tonny terbukti telah melakukan tindak pidana korupsi terkait perizinan sejumlah proyek di Kemenhub. Selain suap, Tonny juga dipandang majelis hakim terbukti menerima gratifikasi senilai lebih dari Rp 20 miliar dalam pecahan berbagai mata uang. Sementara dalam bentuk  barang yang diterima Tonny, ditaksir harganya mencapai lebih dari Rp 243 juta.

"Hakim menyakini unsur gratifikasi terpenuhi," katanya.

Kendati begitu hakim mengabulkan permintaan Justice Collaborator yang diajukan Tonny.

Majelis hakim memiliki sejumlah pertimbangan hal-hal meringankan maupun memberatkan. Adapun, hal-hal yang memberatkan karena perbuatan Tonny tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN). Sedangkan untuk program meringankan, hakim menilai terdakwa berlaku sopan, belum pernah dihukum dan mau mengakui perbuatan.

Atas kasus ini, Tonny dijerat dengan Pasal 12 huruf b dan Pasal 12B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP‎.

Sebelumnya, Jaksa menuntut tujuh tahun penjara ditambah denda Rp300 juta subsider 4 bulan kurungan kepada Tonny. Menanggapi putusan tersebut, Tonny mengaku berat menjalani putusan karena mengingat dirinya yang tak lagi muda.

"Kalau menurut saya sih itu berat. Tapi karena saya salah mau gimana, itu kan konsekuensi yang harus saya terima. Umur saya sudah hampir 60 tahun. Jadi kalau dihukum 5 tahun dipenjara sudah cukup bagi saya," paparnya.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)