Home » Inspirasi » Sosok

Eka Sastra, Merakyat dengan BestCard

print this page Kamis, 2/11/2017 | 15:00

Eka Sastra, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar. ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

“MUDA dan berkarya”. Begitu kira-kira gambaran sederhana tentang sosok Eka Sastra. Di usianya yang masih sangat muda, 39 tahun, ia sudah mencatatkan namanya menjadi salah satu legislator berprestasi. Predikat sebagai wakil rakyat betul-betul ia emban dengan sepenuh hati. Politik, baginya, adalah jalan pengabdian. Bukan sekadar alat meraih kekuasaan.

Saat ditemui rilis.id di kantornya, di kawasan Senayan, Jakarta, pada Selasa (31/10/2017), justru kami yang diminta duduk di kursi kebesarannya sebagai founder and owner PT Maradeka Group. Ia sendiri duduk di kursi tamu. Terlihat, sangat piawai ia memecah kekakuan.

Eka Sastra, Anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Golkar itu, sejatinya hanyalah anak muda biasa dari tanah Makassar. Ia lahir bukan dari trah politisi besar. Tapi melalui apa yang ia sebut sebagai “politik gagasan”. Pada Pemilu Legislatif 2014 silam, ia sukses meraih kepercayaan publik di bumi Pasundan, Daerah Pemilihan Jabar III (Kota Bogor dan Kabupaten Cianjur), wilayah yang notabene bukan tanah asalnya. Ia menjadi jawara alias peraih suara terbanyak di dapil itu. Di usianya yang baru 36 tahun.

Pria kelahiran Ujung Pandang, 30 Juni 1978 ini, membuktikan bahwa pertarungan politik, jika diimbangi dengan gagasan yang bernas, manajemen relawan yang baik serta kebersamaan, pasti akan berbuah kemenangan. Bersandar pada Program BestCard, yang mengerucut pada empat hal, yakni Rumah Sehat, Rumah Usaha, Rumah Hukum, dan Rumah Aspirasi, ia hadirkan wajah wakil rakyat yang sejati. 

BestCard yang merupakan akronim dari Baraya Eka Sastra Card, dapat disebut sebagai kartu keluarga pendukung Eka Sastra. Jargon “Baraya” merupakan bahasa Sunda yang berarti keluarga atau sahabat. Saat ini, jumlah pemegang kartu ini mencapai 500.000 orang, yang basisnya individu dan kepala keluarga; di Kota Bogor mencapai 100.000 dan di Kabupaten Cianjur sebanyak 400.000.

“Perbedaan paling mendasar antara BestCard dan kartu-kartu yang lain itu, BestCard ini menggunakan anggaran pribadi, sementara kartu-kartu lainnya pakai anggaran negara. Kemudian, layanan kami lebih luas dari kartu yang ada sebelumnya seperti KIP dan KIS. Tetapi yang paling penting dari itu semua adalah, ini semacam membangun komunitas. Karena kan politisi terutama yang ikut dalam pemilihan seperti ini, kita dihadapkan pada beberapa pilihan. Dan kami pun memilih politik gagasan,” kata Eka penuh semangat.

Program Rumah Sehat menjadi program unggulan yang banyak direspons oleh masyarakat. Program ini memastikan semua orang bisa mendapatkan akses yang sama atas pelayanan kesehatan. Tim Rumah Sehat dilengkapi dengan fasilitas ambulans yang digunakan untuk menjemput pasien di mana pun berada. Selanjutnya Rumah Usaha, bertujuan untuk membantu warga mengembangkan aspek ekonomi dan bisnis. Saat ini, Rumah Usaha Eka Sastra memiliki 4.000 UKM binaan. Tahun 2018 nanti, Rumah Usaha ditargetkan bisa membina hingga 10.000 UKM di Bogor dan Cianjur.

Sedangkan Rumah Hukum, berfungsi untuk memberikan pendampingan kepada masyarakat terkait masalah hukum. Tim Rumah Hukum selektif, tidak serta-merta memberikan pelayanan pada siapa pun yang datang. Tim ini akan memilah persoalan mana yang memiliki dampak besar dan luas. Sementara untuk Rumah Aspirasi, menjadi ruang egaliter bagi warga untuk menyampaikan segala hal mengenai politik dan ekonomi. Rumah ini berfungsi untuk menampung segala bentuk aspirasi, lalu tim akan mengelolanya ke dalam kanal komunikasi lanjutan. Bisa disampaikan kepada Eka Sastra, bisa pula disampaikan langsung ke pengambil kebijakan.

Sebagai politisi, penggemar musik jazz ini hendak menyajikan satu keping optimisme. Bahwa politik seharusnya bisa dikelola menjadi upaya untuk menggapai mimpi-mimpi melalui beragam program dan langkah-langkah strategis. Semua orang bisa menggapainya, sepanjang memiliki asa dan tekad kuat untuk menghadirkan warna baru di tengah wajah perpolitikan kita yang muram dan karut-marut.

“Sebenarnya kita bisa saja mengikuti pola lama yang ada. Datang pada saat kampanye. Setelah terpilih, fokus bekerja, dan balik lagi menjelang kampanye. Tapi itu kan tidak memberikan pencerdasan kepada masyarakat kita. Di samping itu juga tidak membangun sistem politik yang lebih baik. Pilihan ini tentu saja tidak akan kami tempuh,” tegas Eka dengan nada sangat serius.

Karena basis politiknya gagasan, jalan yang dipilih Eka adalah membangun sebuah komunitas yang disebut “Baraya Eka Sastra”. Ada puluhan ribu orang terlibat di dalamnya. Mereka disatukan oleh satu tujuan untuk membangun sebuah sistem politik yang berbasis kekeluargaan dan kerja-kerja sosial. “Itu yang menyatukan kami,” bebernya.

Sejak 2013, mulailah Eka bersama timnya melakukan rekrutmen anggota komunitas, BestCard-lah yang menjadi pengikat. Siapa pun yang menjadi baraya, berhak mendapatkan empat layanan kartu tersebut.

BestCard, tutur Eka, pada dasarnya adalah gerakan pengetahuan. Semua aktivitas pemenangan berbasis pada pengetahuan. Sebelum masuk ke dapil, pertama-tama Eka dan timnya melakukan survei. Dari hasil survei itu, ditemukanlah masalah kesehatan, ekonomi, juga hubungan antara wakil rakyat dengan konstituen yang renggang, yang hanya datang pada saat kampanye dan pemilihan.

“Dan yang paling buruk adalah politik uang yang di mana-mana menyebar. Mereka jual-beli suara. Ini yang kita hindari. Ini yang kita diskusikan bersama tim bagaimana caranya bisa menang secara bermartabat. Artinya, proses untuk menuju kemenangan itu harus bermartabat, tidak mengulangi praktik-praktik jual-beli suara. Tidak ada gunanya masuk DPR kalau menggunakan cara lama. Kami tidak ada alasan untuk itu, dan ini juga menjadi penegasan agar orang yang menjadi Anggota DPR pun harus menggunakan cara-cara yang benar. Makanya ditemukanlah gagasan BestCard tadi, sebagai sebuah ikatan antara konstituen dan kami sebagai orang yang dipilih mereka,” terang Eka.  

Alumnus Fakultas Ekonomi Unhas ini sadar betul bahwa kesehatan, pendidikan, hukum, dan kesejahteraan adalah ruang-ruang publik yang membutuhkan pelayanan. Rakyat ingin hidup aman, sandang terpenuhi, dan jauh dari masalah. Dan inilah yang Eka dan timnya coba wadahi dalam empat rumahnya tersebut. Baginya, BestCard bukan sekadar kartu sakti, di dalamnya terdapat ikatan komitmen serta perjanjian antara seorang politisi dan warga yang diwakilinya. Perjanjian itu mencakup kesediaan untuk saling menguatkan, saling memberi masukan serta saling membantu dalam koridor kebersamaan.

BestCard, yang sedari awal hanya diniatkan sebagai mekanisme mencatat apa saja yang menjadi kebutuhan publik di Bogor dan Cianjur, selanjutnya menjadi kontrak politik yang harus dipenuhi. Yang tidak sekadar janji kampanye, namun perlahan dilembagakan dalam satu sistem kerja yang menghubungkan sang politisi dengan konstituennya.

“Dari segi pendanaan, program ini di-drive hampir sebagian besar dari CSR perusahaan saya, terus yang kedua ada partisipasi juga dari masyarakat. Kita punya layanan kesehatan, itu banyak masyarakat berpartisipasi dalam bentuk obat-obatan, relawan gratis sebagai tenaga medis, dan seterusnya. Rumah Usaha juga kita bekerja sama dengan beberapa perusahaan untuk membina masyarakat kita dan mereka mau. Jadi awalnya memang di-drive oleh saya murni, tapi perlahan-lahan sekarang kita sudah membuka ruang-ruang partisipasi masyarakat. Sehingga banyak partisipasi yang masuk, bukan cuma uang, tapi juga jaringan,” imbuhnya.

Sampai saat ini, Eka masih terus melakukan pengembangan atas Program BestCard. Dan jelang Pemilu 2019, dirinya bersama tim akan melakukan evaluasi terkait program ini, apakah akan fokus pada program yang sudah ada atau ditambah lokus kerjanya.

“Yang penting sekarang kami mengoptimalkan dulu yang sudah kami janjikan. Kemudian kami lakukan evaluasi, lalu menentukan bagaimana BestCard ini, apakah akan diperluas atau difokuskan saja. Itu akan sangat bergantung dari hasil diskusi kami dengan relawan dan konstituen kami,” tandas Eka Sastra. 

Penulis Taufiq Saifuddin
Editor Ahmad Fathoni

Tags:

Eka SastraBestCardSosok

loading...