Home » Inspirasi » Wawancara

Eka Sastra: Faksi di Golkar Itu Pertarungan Ide Bukan Personal

print this page Senin, 4/12/2017 | 12:39

ILUSTRASI: Hafidz Faza

PERAYAAN ulang tahun ke-53 Partai Golkar seharusnya penuh sukacita. Namun yang terjadi sebaliknya. Aneka konflik dan 'perundungan' terus menerpa Partai Beringin. Berbagai ujian politik terus menerjang dan kasus terakhir langsung menembak pucuk pimpinannya, Setya Novanto, yang kedua kalinya menjadi tersangka Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam kasus KTP elektronik (e-KTP).

Bisa dikatakan, ini ujian terberat Golkar karena sengkarut partai ini berdekatan dengan tiga momentum besar, pesta rakyat Pilkada 2018 serta Pemilu Legislatif dan Pemilu Presiden 2019.

Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Eka Sastra mengatakan, partainya telah terbiasa menghadapi dinamika politik yang demikian itu. Baginya, terdapat perbedaan antara Golkar dengan partai lainnya. Golkar juga tetap solid untuk memenangi Pileg dan Pilpres 2019 dan untuk mencapai target itu Golkar mengusung Visi Kesejahteraan 2045. 

Untuk mengetahui strategi dan suasana kebatinan Partai Golkar dalam menghadapi dan menyelesaikan masalahnya, reporter rilis.id Taufiq Saifuddin mewawancarai Eka Sastra di Kompleks Parlemen, baru-baru ini.

Badai sepertinya belum segera berakhir bagi Partai Golkar. Elite partai juga seolah saling sikut dan mencari kesempatan. Di tengah turbulensi politik seperti itu apa yang dilakukan Golkar agar tetap solid?

Harus diakui bahwa ada perbedaan antara Golkar dengan partai lain. Golkar ini merupakan partai yang paling tua dalam sejarah politik negeri ini. Sistem kepartaian kami sudah terstruktur dengan sangat baik. Kemudian, Golkar juga adalah partai terbuka. Artinya, meski terjadi persaingan antarfaksi politik di internal sifatnya tidak pernah personal. 

Tidak khawatir faksi-faksi itu akan merusak partai?

Pertarungan faksi selalu disandarkan pada ide dan gagasan. Hal ini tentu menjadikan tiap faksi berlomba dalam menjadikan organisasi lebih baik dan maju. Nah, itulah yang membuat Golkar senantiasa dinamis, meski diterpa badai politik yang luar biasa seperti sekarang ini. 

Lebih jauh, karena kami partai terbuka, di internal itu ruang musyawarah sangat terbuka. Sehingga, segala persoalan selalu kami diskusikan di dalam. Kami selalu solid, kalaupun tidak, itu lebih dikarenakan adanya beberapa kelompok saja yang tidak puas. Tapi intinya di dalam kami solid untuk isu eksternal dan tetap fokus pada agenda politik ke depannya. 

Inilah (yang mungkin mengherankan) di tengah situasi seperti sekarang ini, Pak Novanto kembali jadi tersangka namun mesin Golkar tetap berjalan khususnya di Pilkada 2017 yang lalu. 

Menghadapi Pilkada 2018, apa saja yang menjadi skala prioritas Golkar? 

Kita kan sudah punya rangkaian kemenangan pada Pilkada 2017 lalu. Ke depan kami juga akan punya target kemenangan. Pertama, 60 persen kemenangan pilkada di 171 kabupaten/kota dan provinsi. Kedua, sukses di Pemilihan Legislatif 2019 dan ketiga tentu saja kembali memenangkan Pak Jokowi di Pemilihan Presiden 2019. 

Ketiga target kemenangan itu yang akan kami jalankan. Namun yang tidak kalah penting di balik ketiga target itu kami adalah satu-satunya partai yang punya platform bagus. Kami punya visi kesejahteraan 2045. Itulah yang menjadi platform kami, kita tentu sedari sekarang harus mempersiapkan generasi menuju Indonesia Emas 2045. 

Ini juga berkesinambungan dengan ideologi Golkar yaitu karya kekaryaan. Sekali lagi, partai ini adalah organisasi politik yang terbuka. Golkar tidak berbasis agama tertentu, juga bukan partai yang berbasis etnis tertentu. Golkar berbasis Pancasila, artinya selama Anda mau berkarya dan memberikan kontribusi positif bagi bangsa ini silakan bergabung dengan Partai Golkar. 

Apakah Visi Kesejahteraan 2045 yang digaungkan Golkar berkaitan dengan bonus demografi atau seperti apa?

Visi Kesejahteraan 2045 ini muncul karena kalau dulu kan kita punya GBHN, saat ini sudah tidak ada. Itu dimulai sejak kita mengubah sistem ke arah presidensial. Sejak itulah kita sudah tidak punya GBHN, yang saat ini kita miliki hanya rancangan pembangunan. 

Masalahnya, rancangan pembangunan itu hanya rancangannya berkisar 25 tahun. Artinya, saat ini kita belum punya rencana pembangunan dan kesejahteraan bersifat jangka panjang. Untuk itulah Golkar merumuskan rancangan kesejahteraan Indonesia sampai 2045 yang bertepatan dengan 100 tahun kemerdekaan kita.

Nah, kalau kita sudah punya arah, lalu kemudian ada perencanaan, tentu akan lebih gampang untuk melakukan kerja-kerja dalam jangka pendek. Khususnya memenangi Pilkada 2018 dan Pemilu 2019. Inilah yang membuat Golkar tetap solid. Target perjuangan Golkar akan dilandaskan pada ide ini dan akan diperjuangkan melalui semua mesin politiknya. Itu berlaku di tingkat pemerintahan maupun di tingkatan legislatif serta struktur Golkar lainnya yang di luar pemerintahan. 

Masih tentang Visi Kesejahteraan 2045 seperti apa eksekusi atau penerapannya di lapangan?

Ini berlaku di semua bidang kehidupan kita. Kami di Golkar berpandangan bahwa pembangunan itu sifatnya multidimensional. Cuma kalau pertanyaannya mana yang lebih penting maka isu kesejahteraanlah yang kami usung. Maksudnya, negara ini harus hadir sesuai dengan konstitusi kita, di mana negara harus menjamin kesejahteraan warganya. Itu yang kami lakukan untuk Visi Kesejahteraan 2045 ini. 

Belakangan lagi populer istilah generasi milenial dan jumlahnya sangat siginifan dalam Pemilu 2019. Apa yang dilakukan Golkar untuk merebut suara mereka?

Partai Golkar  itu  memiliki banyak sekali sayap organisasi. Kalau di sektor kepemudaan ada AMPG (Angkatan Muda Partai Golkar). Organisasi sayap ini berjenjang dari pusat sampai di kecamatan. Artinya, memang Golkar mempunyai ruang untuk generasi milenial. 

Anak muda juga saat ini di kepengurusan partai termasuk di DPR, anggota-anggota kami yang muda sudah mendominasi. Kemudian di tingkatan pengurus sayap partai pemuda itu sangat terbuka, semua etnis dan agama muncul di permukaan. 

Kami memang mencari kader terbaik untuk kami rekrut. Bahkan kami ada program beasiswa yang sudah diberikan kepada teman-teman pelajar berprestasi dengan harapan mereka bisa menjadi generasi emas kita di masa depan. 

Golkar partai pertama yang mendeklarasikan Jokowi sebagai calon presiden 2019. Alasan pengusungan ini apakah karena Golkar sudah mempersiapkan nama untuk mendampingi Jokowi nantinya?

Iya, kami memang adalah partai pertama yang mengusung Pak Joko Widodo untuk maju kembali di Pilpres 2019. Itu sudah menjadi keputusan Golkar sampai saat ini. Dalam tradisi Politik Golkar, biasanya untuk penentuan calon wakil presiden, sepenuhnya kita serahkan kepada calon presiden yang kami dukung. Alasanya, kami menganggap hal itu merupakan hak pribadi dari calon presiden. 

Meski begitu, tentu saja dalam hal ini Pak Jokowi akan melihat mana yang bisa diajak kerja sama dan mana yang memang punya visi dan komitmen yang sama dengan beliau. Jadi Golkar tidak mempersiapkan apa-apa, itu akan sangat tergantung kepada Presiden Jokowi nantinya. Terkait dinamika politiknya, kita lihat saja ke depan. 

Golkar saat ini memiliki dua tokoh dominan di pemerintah, Wapres Jusuf Kalla dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan. Keduanya memiliki pengaruh kuat di Golkar dan siapa yang paling dominan mewarnai Golkar saat ini?

Harus diketahui bersama bahwa Partai Golkar itu punya hubungan historis yang sangat panjang dengan kekuasaan. Karena lahirnya juga sudah sangat lama. Dari sini saja kita bisa menyimpulkan kalau partai ini tentu saja punya banyak senior. Misalnya, mantan Presiden BJ Habibie. Kami juga punya Pak Akbar Tandjung dan Pak Aburizal Bakrie. Begitu juga dengan Wapres Jusuf Kalla dan Menteri Luhut Panjaitan. 

Yang ingin saya katakan adalah semua senior Golkar itu kami tempatkan sebagai tokoh yang memang punya posisi di Golkar. Baik itu di struktur Dewan Pakar, Dewan Kehormatan maupun struktur lainya. Mereka semuanya adalah senior yang kami hormati dan dengarkan segala bentuk masukannya. 

Cuma yang harus dicatat, kendali partai tetap berada di struktur DPP Golkar, seperti ketua umum bersama jajaran pengurusnya. Fungsi senior adalah tempat kami berbagi dan tempat kami mendapatkan masukan. Kehebatan senior itu adalah mereka tidak mengintervensi agenda politik internal Golkar. Semua yang mereka lakukan itu dalam rangka memberi saran yang tujuannya satu, yaitu bagaimana membesarkan Golkar demi bangsa dan negara.

Penulis Taufiq Saifuddin
Editor Yayat R Cipasang

Tags:

wawancara eka sastra golkar