logo rilis
Edhy Prabowo, Posko Teh Iis dan Kolam Pemancingan
Kontributor
Yayat R Cipasang
15 Mei 2018, 17:17 WIB
Edhy Prabowo, Posko Teh Iis dan Kolam Pemancingan
Ketua Fraksi Partai Gerindra Edhy Prabowo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

SUATU hari di kolam pemancingan Tagog Apu, Padalarang, Bandung Barat, Jawa Barat. Sekilas dari jalan raya hanya tampak posko biasa dengan atribut spanduk yang menggenapinya. Tapi setelah menengok ke dalam dan menuruni lembah terlihat menghampar kolam pemancingan seluas 4.000 meter persegi.

Di seberangnya terlihat rumah kayu yang asri. Di sanalah Edhy Prabowo bersama sang istri, Iis Rosita Dewi, terlihat menebar senyum. "Kalau lagi suntuk saya bisa seharian mancing di sini," kata Edhy yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra ini.

Edhy juga kerap memanfaatkan kolam pemancingan untuk kegiatan politik. Apalagi di sana juga terdapat fasilitas untuk melakukan pertemuan secara santai sambil menikmati udara bebas.

"Tempat ini lebih banyak digunakan oleh istri bersama teman-temannya," kata kelahiran Tanjung Enim 24 Desember 1971 ini.

Pernyataan Edhy tersebut dibenarkan dengan terpasangnya spanduk di rumah kayu yang bertuliskan Posko Teh Iis. Sang istri yang kelahiran Priangan ini menjabat sebagai Penasihat Perempuan Indonesia Raya (Pira) Jawa Barat. Sebuah organisasi sayap Partai Gerindra.

Jawa Barat, bagi Edhy sangat spesial. Bukan lantaran tempat kelahiran istri tetapi juga karena sebagian hidupnya banyak beraktivitas di Bumi Pasundan.

Selepas dari Kopassus, Edhy banyak tinggal di Batujajar untuk mendalami pencak silat yang mengantarkannya menjadi atlet nasional. Dan hingga kini Edhy tercatat sebagai pengurus Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia.

"Jawa Barat itu kampung istri saya. Mau tidak mau saya terpanggil untuk berkiprah di Jawa Barat," ujar Edhy.

Bercerita tentang istri, Edhy memberikan kebebasan kepadanya untuk berkiprah di mana pun. Sejauh ini sebagai Penasihat Pira pun, Iis sudah sangat sibuk. Ketika ditanya apakah istrinya akan mencalonkan diri untuk calon legislatif, Edhy menggeleng.

"Saya belum tahu. Tapi kalau misalnya partai meminta lihat saja nanti," ujarnya.

Terkait aktivitasnya dalam bidang politik, Edhy menuturkan, istri sangat mendukungnya. Bahkan, sangat mengerti dengan apa yang di perjuangkannya di partai.

"Dia mengerti apa yang saya perjuangkan. Intinya kepercayaan. Istri memberikan kepercayaan kepada apa yang saya tengah perjuangkan," ujar Edhy yang banyak puasa bicara politik ketika berada di rumah.

Sarjana ekonomi lulusan Universitas Moestopo ini juga tidak terlalu ambisius. Apalagi mengejar jabatan tertentu. Jabatan Ketua Fraksi Partai Gerindra di DPR, kata Edhy diperolahnya lantaran Ahmad Muzani menjadi Wakil Ketua MPR.

"Satu-satunya ambisi saya dan terus diperjuangkan adalah memenangkan Pak Prabowo Subianto menjadi presiden pada Pemilu  2019," kata anggota DPR dari Dapil Sumatra Selatan II ini dengan suara mantap.

Karena itu, kini Edhy termasuk yang sangat sibuk mengerahkan pikiran dan kekuatan Gerindra di setiap daerah untuk memastikan kemenangan suara di Pilkada 2018.

Pilkada menurut Edhy menjadi salah salah satu cara untuk memenangkan Prabowo dalam perebutan kekuasaan secara konstitusional pada Pilpres 2019.

Tentu, Edhy pun secara pribadi harus merawat dapilnya untuk kembali memenangi suara terbanyak seperti pemilu sebelumnya. Padahal dalam Pemilu 2014, Edhy harus bersaing dengan politisi senior yang sudah mengakar di sana seperti Mustafa Kamal (PKS), Dodi Alex Nurdin (Golkar) dan Nazarudin Kiemas (PDIP).


komentar (0)