logo rilis

e-KTP Ditimbun untuk Pemilu? Mendagri Sampaikan Faktanya
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
30 Mei 2018, 19:32 WIB
e-KTP Ditimbun untuk Pemilu? Mendagri Sampaikan Faktanya
Pegawai Kemendagri sedang merapihkan e-KTP yang diterima saat Komisi II DPR RI melakukan sidak di Gudang Penyimpanan Aset Negara BPSDM Kemendagri di Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

RILIS.ID, Bogor— Dalam kunjunganya ke Gudang Aset Kemendagri di Semplak, Bogor, Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, menegaskan bahwa gudang tersebut untuk menimbun atau menyembunyikan KTP elektronik (e-KTP).

Gudang ini isinya bermacam-macam dokumen, arsip serta barang milik negara lainnya yang telah kadaluarsa. Tjahjo sendiri berani mempertaruhkan kehormatannya untuk menjamin kalau gudang tersebut bukan untuk menyimpan KTP demi kepentingan politik.

"Saya siap mempertaruhkan kehormatan saya untuk menjamin hal tersebut," jelas Mendagri dalam siaran persnya, Rabu (30/5/2018).

Dirinya sengaja mengajak para wartawan untuk melihat langsung, agar tidak ada informasi yang simpang siur. Sebab, di media sosial (medsos) informasi tentang Gudang Aset Kemendagri cenderung menyesatkan.

"Jangan di medsos saja, supaya enggak ada persepsi macam-macam. Itu kan sudah rusak, jadi jangan berspekulasi. Kami menjamin itu enggak akan digunakan untuk kepentingan apa pun," kata Mendagri.

"Mari kita lihat kondisi sebenarnya, gudangnya kayak apa, kondisinya kayak apa. Saya ajak ke sini supaya bisa melihat bahwa gudang ini bukan gudang KTP saja. Ada yang di medsos bilang jutaan, itu enggak benar,"  tambah Tjahjo.

Sebelumnya, ribuan e-KTP tercecer di kawasan Bogor saat hendak dibawa ke Gudang Kemendagri. Setelah itu, muncul berbagai asumsi di mana Kemendagri sengaja menimbun data tersebut untuk kepentingan pemilu.

Kapolres Bogor, AKBP Andi M Dicky Pastika, mengatakan bahwa kasus tercecernya e-KTP sudah selesai. Kejadian tersebut sudah ditangani pihak kepolisian dan dinyatakan bahwa tidak ada tindakan melawan hukum.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)