logo rilis
Dulu, Jakarta Pernah Punya Kebun Binatang di Cikini
Kontributor
Yayat R Cipasang
18 Desember 2017, 14:55 WIB
Dulu, Jakarta Pernah Punya Kebun Binatang di Cikini
Kebun Binatang Cikini. FOTO: Istimewa

TJIKINI tahun 50-an jauh sekali kondisinya dengan Cikini 'zaman now'. Cikini kiwari sebagian berubah menjadi Taman Ismail Marzuki, permukiman, pusat perdagangan dan perkantoran. Cikini dulu rindang dengan pohon kenari tetapi sekarang rimbun dengan gedung beton yang kaku.

Seperti ditulis Firman Lubis dalam bukunya Jakarta Tahun 50-an, Kenangan Semasa Remaja, Cikini sudah lama menjadi pusat rekreasi warga Jakarta. Di sana sempat ada Kebun Binatang Cikini yang banyak dihuni beragam hewan liar dan buas serta luasnya sampai ke bibir Sungai Ciliwung.

Baca Juga

Kebun Binatang Cikini dibangun di tanah partikelir milik pelukis legendaris Indonesia, Raden Saleh yang hidup pada awal dan pertengahan Abad 19. Raden Saleh yang lahir pada 1807 dan meninggal pada 1880 memiliki tanah yang sangat luas di Cikini mulai dari lahan Rumah Sakit Persekutuan Gereja Indonesia (PGI) sekarang hingga sekitar TIM sampai ke Sungai Ciliwung di belakangnya.

Raden Saleh yang lama hidup berdiaspora di luar negeri seperti di Jerman dan Prancis dikenal sebagai pelukis hewan. Karena itu untuk melukis dia pelihara hewan liar dan buas dalam kebun binatang miliknya seluas 10 hektare untuk memudahkan proses kreatifnya.

Koleksi hewan dalam kebun binatang mininya itulah yang kemudian menjadi cikal-bakal Kebun Binatang Cikini. Resmi didirikan pada 1864 dengan nama Vereening Planten En Dierentuin Te Batavia. Setelah merdeka menjadi Kebun Binatang Jakarta atau Kebun Binatang Cikini.

Gubernur Ali Sadikin pada 1968 merelokasi Kebun Binatang Cikini ke Ragunan, Jakarta Selatan. Seperti sejumlah kebijakan lainnya, pemindahan kebun binatang juga termasuk yang kontroversial. 

Banyak masyarakat yang menentang karena Ragunan dulu tidak seperti sekarang. Saat itu masih hutan belantara dan akses jalan masih berupa tanah merah. Apalagi warga Jakarta saat itu hanya sekira 1 juta orang. Banyak yang mengira pemindahan kebun binatang itu bakal sepi pengunjung.

Dalam buku Gita Jaya, Catatan H. Ali Sadikin Gubernur Kepala Daerah Khusus Ibu Kota Jakarta 1966-1977, pemindahan kebun binatang bukan hanya karena lahan lama digunakan untuk pembangunan TIM. Kebun Binatang Cikini lahannya sudah tidak memadai dan sulit dikembangkan. 

Karena itu kebun binatang dipindahkan ke Ragunan karena selain fungsi rekreasi juga memiliki tujuan lain yaitu fungsi pendidikan, penelitian, konservasi alam, karantina dan pembiakan hewan. Salah satu syaratnya, lahan harus luas.


#kebun binatang cikini
#kebun binatang ragunan
#raden saleh
#ali sadikin
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)