logo rilis

Dukungan Kepala Daerah ke Jokowi Dinilai Memicu Konflik Kepentingan
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
14 Oktober 2018, 01:05 WIB
Dukungan Kepala Daerah ke Jokowi Dinilai Memicu Konflik Kepentingan
ILUSTRASI: RILIS.ID/Dendi Supratman

RILIS.ID, Jakarta— Sejumlah kepala daerah di beberapa provinsi di Indonesia menyatakan dukungan kepada pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. 

Salah satunya, sebanyak 12 kepala daerah yang mendeklarasikan diri untuk mendukung pasangan calon nomor urut 01 tersebut. 

Peneliti Pusat Penelitian Politik, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Wasisto Raharjo Jati, menyayangkan adanya dukungan kepala daerah dengan cara mendeklarasikan diri tersebut. 

"Hal ini bisa memicu pertarungan atau konflik kepentingan," katanya kepada rilis.id, Sabtu (13/10/2018). 

Wasisto mengatakan, sah-sah saja apabila secara personal para kepala daerah itu mendukung paslon tertentu di Pilpres 2019. Namun, menurutnya, mestinya para kepala daerah itu menanggalkan atributnya terlebih dahulu. 

"Kalau semisal itu ekspresi personal harusnya menanggalkan atribut kepala daerah itu karena kapasitasnya sebagai pejabat publik harus netral," ujarnya. 

Wasisto sendiri menganggap wajar dukungan kepala daerah ke paslon tertentu lantaran sebagai kader partai politik. Namun, ungkap dia, dukungan itu tak perlu dengan cara deklarasi. 

"Ada baiknya bila ekspresi personal itu tidak usah dideklarasikan secara publik," ungkapnya. 

Sebelumnya, sebanyak 12 kepala daerah di Provinsi Riau menyatakan dukungan politiknya kepada Jokowi-Amin melalui acara deklarasi yang digagas oleh relawan Projo dan Tjakra 19. Relawan itu dimpimpin oleh Gubernur Riau terpilih, Syamsuar yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Siak.

Selain Syamsuar, para kepala daerah yang hadir dalam deklarasi itu di antaranya adalah Firdaus MT (Wali kota Pekanbaru), Amril Mukminin (Bupati Bengkalis), Aziz Zaenal (Bupati Kampar), Suyatno (Bupati Rokan Hilir), Irwan Nasir (Bupati Kepulauan Meranti), Zulkifli (Walikota Dumai), Mursini (Bupati Kuantan Singingi), dan Sukiman (Bupati Rokan Hulu). 

Dua kepala daerah lainnya yang tidak dapat hadir adalah Yopi Arianto Bupati Indragiri Hulu, dan M Haris Bupati Pelalawan. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)