logo rilis
Dukung Upsus Siwab, BPTP Kaltim Gelar Bimtek Kesehatan Hewan dan Pengolahan Limbah Sawit
Kontributor
Elvi R
22 Agustus 2019, 18:15 WIB
Dukung Upsus Siwab, BPTP Kaltim Gelar Bimtek Kesehatan Hewan dan Pengolahan Limbah Sawit
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Upaya Khusus Percepatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting (Upsus Siwab) merupakan salah satu program kerja Kementerian  Pertanian untuk mengakselerasi percepatan target pemenuhan populasi sapi potong secara lokal dan spesifik lokasi.

Program kerja ini telah terpatri pada peraturan Menteri Pertanian No. 48/Permentan/PK.210/10/2016, tanggal 3 Oktober 2016 tentang Upaya Khusus Percepatan Peningkatan Populasi Sapi dan Kerbau Bunting yang ditanda tangani Menteri Pertanian. Ini merupakan upaya nyata komitmen pemerintah untuk mewujudkan swasembada daging sapi pada 2026. 

Di samping itu, menjadikan Indonesia sebagai negara yang mandiri pangan hewani dan untuk meningkatkan kesejahteraan peternak.

Untuk itu, dalam rangka mendukung pelaksanaan dan mendorong tercapainya  Program UPSUS SIWAB, Badan Litbang Pertanian, Kementerian Pertanian (Balitbangtan) melalui BPTP Balitbangtan Kalimantan Timur (Kaltim) mengadakan bimtek  dengan tema "Kesehatan Hewan dan Pengolahan Limbah Sawit dan Jagung sebagai Pakan Ternak" di  Desa Margahayu, Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Acara dibuka oleh Kepala BPTP Balitbangtan Kaltim Muh. Amin dan dihadiri oleh tim dari Dinas Pertanian dan Peternakan Kab. Kukar, Badan Penyuluhan Pertanian dan Peternakan Kec. Loa Kulu, Kades Margahayu, tim penyuluh Kec. Loa Kulu, anggota  kelompok tani/ternak, serta peneliti dan penyuluh BPTP Kaltim (21 Agustus 2019).

"Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk dukungan BPTP Balitbangtan kaltim dalam mengintroduksi dan implementasikan teknologi pakan untuk peningkatan produksi sapi di Kukar," ungkapnya.

Karena, menurutnya Kukar memiliki Potensi sumber pakan alternatif  yang ada di daerah Jonggon. Seperti, pelepah sawit, limbah jagung, jerami padi, rumput unggul dan rumput lapang.

"Dengan adanya potensi yang ada ini, tentunya dapat dimanfaatkan untuk dijadikan alternatif pakan ternak," kat Muh. Amin.

Diharapkan melalui bimtek ini para peternak memiliki pengetahuan tentang pengolahan pakan serta ketrampilan dalam memanfaatkan segala sumber daya yang ada di daerah tersebut. 

"Tak hanya persoalan pengolahan pakan ternak,  peternak juga diharapkan memiliki pemahaman yang lebih mendalam terhadap masalah kesehatan dan reproduksi ternak sehingga dapat meningkatkan kualitas dan kuantitas peternakan di wilayah ini," jelasnya.

Kolaborasi dan kerjasama dalam pemberian materi bimtek dilakukan dengan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim, dengan materi  terkait Kesehatan Hewan yang disampaikan oleh drh. Siti Saniatun Sa'adah, M.Si dan terkait teknik pembuatan pakan ternak disampaikan oleh Ludy Kartika, S.Pt., M.P dari  BPTP Balitbangtan Kaltim.

Melalui kegiatan bimtek ini, diharapkan introduksi inovasi teknologi yang disampaikan dapat membantu pemecahan masalah yang dihadapi oleh peternak di Kab.Kukar, terutama peternak peserta bimtek, sehingga peningkatan produktivitas dan populasi sapi di wilayah ini bisa diwujudkan, hal ini disampaikan oleh Kepala BPTP saat membuka acara bimtek "Kesehatan Hewan dan Pengolahan Pakan Fermentasi Berbahan Limbah Sawit dan Jagung".

"Dan kita dari BPTP Balitbangtan Kaltim akan tetap menjaga komitmen untuk mendorong suksesnya kegiatan UPSUS SIWAB melalui pendampingan penerapan inovasi teknoligi yang direkomendasikan oleh Badan Litbang Kementerian Pertanian," pungkasnya.

Sumber: BPTP Kaltim/Balitbangtan




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID